AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran Selatan, Klaim Hanya untuk Membela Diri

Bandara Bandar Abbas di Iran. (Anadolu Agency)

AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran Selatan, Klaim Hanya untuk Membela Diri

Muhammad Reyhansyah • 26 May 2026 08:38

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke wilayah selatan Iran dengan menargetkan lokasi rudal dan kapal Iran yang diduga berupaya memasang ranjau laut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai tindakan “membela diri” untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.

Dikutip dari BBC, Selasa, 26 Mei 2026, juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan militer AS tetap mempertahankan pendekatan “menahan diri” di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung sejak April lalu.

Menurut Hawkins, serangan menyasar area dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran di selatan yang menjadi markas angkatan laut Iran di Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan otoritas setempat sedang menyelidiki suara ledakan yang terdengar di Bandar Abbas.

Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan terbaru tersebut.

Negosiasi AS-Iran Masih Berlangsung

Serangan terjadi di tengah pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai potensi kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan terdapat kemajuan dalam negosiasi dengan AS, namun kesepakatan final belum akan tercapai dalam waktu dekat.

“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan terhadap sebagian besar isu yang dibahas. Tetapi untuk mengatakan kesepakatan akan segera ditandatangani, tidak seorang pun dapat membuat klaim itu,” ujar Baghaei.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan kedua pihak semakin dekat menuju kesepakatan, namun kemudian meminta tim negosiator AS agar tidak terburu-buru.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka.

Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Ketegangan

Reuters melaporkan pejabat tinggi Iran dan Qatar menggelar pembicaraan di Doha terkait kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran.

Meski gencatan senjata berlaku sejak 8 April, Iran tetap mempertahankan kontrol terhadap pelayaran di Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Konflik bermula pada 28 Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran.

Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

Baca juga:  Bertemu Menlu Tiongkok, Panglima Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat

(Willy Haryono)