Seekor sapi dengan bobot 1,05 ton milik salah satu peternak di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) dibeli Presiden Prabowo Subianto. (metrotvnews.com/Hendrik)
Prabowo Bagikan 598 Sapi Kurban ke 514 Kabupaten/Kota
M Ilham Ramadhan Avisena • 26 May 2026 14:19
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto akan menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 598 sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
"Bapak Presiden berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi," kata Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Istana Kepresidenan, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Juri, jumlah sapi yang disalurkan lebih banyak dibanding jumlah daerah penerima. Karena ada sejumlah wilayah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot sapi presiden.
Sebanyak 46 daerah disebut tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar tersebut. Karena itu, pemerintah mengganti dengan pemberian dua sapi di wilayah-wilayah tertentu.
"Standar atau bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton," ujarnya.
Selain menyalurkan sapi kurban ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Hewan kurban dari presiden juga akan diberikan ke lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Prabowo juga menyalurkan 500 sapi lainnya kepada lembaga sosial dan keagamaan. Penyaluran itu mencakup pesantren, lembaga pendidikan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Jenis sapi yang dipilih pun tergolong premium, mulai dari Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Exotic Hybrid (EH), Belgian Blue, hingga Charolais. Seluruh sapi dipastikan memiliki sertifikat kesehatan hewan dan memenuhi syarat kurban dalam syariat Islam.
"Jadi, sapi-sapi premium dan memiliki kualitas yang sangat baik," kata Juri.

Sapi dengan bobot sekitar 1,1 hingga 1,2 ton terpilih oleh Presiden Prabowo untuk dikurbankan di Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara.
Adapun bantuan sapi kurban itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jumlahnya berkisar Rp100 miliar.
"Sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi harga sapi tentu berbeda-beda. Kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100 miliar-an," kata Juri.
Ia menambahkan, seluruh sapi berasal dari peternak lokal hasil koordinasi Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI). Pemerintah berharap program tahunan itu dapat menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas peternak dalam negeri.
"Pak Presiden berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri," ujarnya.
Sementara itu, untuk kurban Presiden di Masjid Istiqlal, pemerintah menyiapkan satu ekor sapi Simmental berbobot 1,3 ton.