Presiden Prabowo Subianto. Dok. BPMI
Prabowo Instruksikan Percepatan Penanganan Sampah Berbasis Teknologi di Tingkat Kelurahan
Kautsar Widya Prabowo • 11 February 2026 19:09
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan sampah berbasis teknologi hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
“Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste to energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan di beberapa kampus diminta untuk dilakukan percepatan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, usai menghadiri ratas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut dia, sejumlah teknologi sudah dalam tahap pengembangan dan segera dipilih untuk diuji coba. Pemerintah menargetkan uji coba dapat dilakukan tahun ini di beberapa kelurahan dan desa.
“Kita akan percepat, kita akan uji coba sehingga nanti pengolahan sampah selain yang waste to energy juga akan ada penanganan sampah skala mikro,” kata Brian.
.jpg)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Metrotvnews.com/Kautsar
Teknologi yang tengah dikaji antara lain gasifikasi, plasma assisted, hingga plasma dingin. Pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan teknologi paling efektif dan sesuai untuk diterapkan di level mikro.
“Nanti kita assess lagi mana yang paling baik,” jelas Brian.
Brian menambahkan pengembangan teknologi ini akan melibatkan Danantara serta berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan seluruh teknologi yang digunakan ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif.
“Kita akan segera melakukan rapat dengan KLH dan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih masif sehingga standarnya juga lebih baik,” ujar Brian.
Uji coba juga akan dilakukan bersama pemerintah daerah di sejumlah kota. Setiap unit teknologi dirancang agar mampu menangani sampah sekitar 10 ton per hari, atau setara dengan volume sampah di satu kelurahan.
“Jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari, itu yang akan coba kita atasi. Cukup satu unit di tiap kelurahan,” kata Brian.