Penumpang KRL Diprediksi Naik Jadi 437 Juta pada 2030

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Penumpang KRL Diprediksi Naik Jadi 437 Juta pada 2030

Eko Nordiansyah • 10 February 2026 13:23

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksi akan terjadi kenaikan volume penumpang kereta rel listrik (KRL) dari 339 juta penumpang sepanjang 2025 menjadi 437 juta penumpang pada 2030.

“Kalau kami lihat, kenaikan volume penumpang KRL, terutama di Jabodetabek ini, akan menjadi 437 juta pada 2030,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menyampaikan, kenaikan rata-rata penumpang per tahun sekitar empat persen. Apabila dilihat dari realisasi 2024 sebesar 328 juta penumpang, realisasi penumpang pada 2025 naik sebesar 3,35 persen.

Dengan volume penumpang yang diproyeksikan meningkat menjadi 437 juta orang pada 2030, Bobby memperkirakan pada tahun tersebut, KRL akan melayani sekitar dua juta orang per hari.

“Saat ini, 1,1 juta (penumpang) per hari, dengan pada Juni–Juli kemarin itu naik sampai 1,3 juta (penumpang),” kata Bobby.

Pada akhir 2025, lanjut Bobby, jumlah penumpang per hari berada di kisaran 1,2 juta–1,25 juta per hari.

Kemudian, berdasarkan proyeksi volume penumpang, jika diasumsikan tidak terdapat pengadaan sarana hingga 2030, maka diperkirakan tingkat kepadatan saat jam sibuk atau peak hour mencapai enam kali lipat dari kepadatan saat ini.

“Sehingga, apabila tidak dilakukan penambahan sarana, tidak semua penumpang dapat terangkut dan tentunya berisiko pada aspek keselamatan,” ujar Bobby.

Tambah sarana KRL

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kenaikan penumpang KRL pada 2030, Bobby menilai pengadaan sarana KRL dibutuhkan untuk menjamin keselamatan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Saat ini, KAI memiliki 780 unit dari JR EAST (usia 34–41 tahun), 128 unit dari Tokyo Metro (usia 34–41 tahun), 132 unit KRL CRRC CLI 125 (usia kurang dari 1 tahun), dan 48 unit KRL INKA CLI 225 (usia kurang dari satu tahun).

Sebanyak 908 unit telah berusia setidaknya 30 tahun, sehingga Bobby menilai diperlukan penggantian sarana yang akan memasuki masa konservasi pada tahun-tahun yang akan datang.

KAI menargetkan tambahan 11 rangkaian kereta atau trainset baru dari PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) mulai beroperasi sebelum Juli 2026.

Bobby memaparkan telah ditandatangani kontrak pengadaan KRL baru sebanyak 192 unit atau 16 rangkaian kereta pada 9 Maret 2023 (Addendum 18 Desember 2023) antara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dengan PT INKA. Nilai kontrak pengadaan KRL baru tersebut sebesar Rp3,85 triliun.

Dari 16 rangkaian kereta tersebut, Bobby menyampaikan sebanyak 5 rangkaian telah datang, dengan rincian 4 rangkaian kereta telah beroperasi pada 2025 dan 1 rangkaian kereta dalam masa uji coba pada Desember 2025. Dengan demikian, KAI masih menanti kedatangan 11 rangkaian kereta dari PT INKA pada 2026.

“Trainset yang saat ini dalam uji dan segera kami operasikan,” kata Bobby.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)