Danantara Rogoh Investasi Rp202 Triliun Buat Proyek Wamena hingga Johor

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani. Foto: MI/Insi Nantika Jelita.

Danantara Rogoh Investasi Rp202 Triliun Buat Proyek Wamena hingga Johor

Husen Miftahudin • 14 February 2026 10:53

Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersiap akan melakukan investasi ke sebanyak empat proyek prioritas pada 2026. Empat proyek itu diberi nama Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor, dengan total nilai investasi mencapai Rp202,4 triliun.

"Tahun ini, selain 20 proyek hilirisasi, tetapi juga proyek waste to energy, juga investasi fasilitas caustic soda, perkembangan data center, platform bersama global operator, dan juga investasi di Australia itu kurang lebih ini nilai-nilainya," ucap CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.

Rincian empat proyek tersebut, pertama, Proyek Wamena yaitu Pengembangan fasilitas Waste to Energy (WtE) yang tersebar di 33 kota dengan nilai investasi sebesar Rp84 triliun. Proyek ini ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar 10 kali lipat.

Kedua, Proyek Cordova yaitu pengembangan fasilitas caustic soda untuk mendukung hilirisasi dengan nilai investasi sebesar Rp13,4 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar lima kali lipat.

Ketiga, Proyek Fukuoka yaitu pengembangan Data Center Platform bersama global operator dengan nilai investasi sebesar Rp21 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar enam kali lipat.

Ke empat, Proyek Johor yaitu investasi di bidang agrikultur dengan nilai investasi sebesar Rp84 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar dua kali lipat.
 

Baca juga: Menuju Pertumbuhan 8%, Ekonomi Indonesia Siap 'Lepas Landas'


(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
 

Jadi daya gedor pertumbuhan ekonomi nasional


Pada 6 Februari 2026, Danantara Indonesia telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi fase I, dengan total investasi mencapai USD7 miliar atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah.

Rosan mengatakan menilai proyek-proyek tersebut menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.

"Alhamdulillah pada hari ini kita baru saja melakukan hal yang sangat penting. Bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari sisi membuat lapangan pekerjaan, dari segi pertumbuhan daerah dan pertumbuhan nasional, tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kita," ujar Rosan.

Adapun, proyek-proyek yang masuk dalam fase pertama ini meliputi pembangunan dua proyek hilirisasi bauksit dengan nilai investasi sekitar USD3 miliar, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam yang komprehensif.

Proyek-proyek tersebut dinilai akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, terutama dalam penguatan hilirisasi dan ketahanan industri nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)