Strategi Penjualan Online Dinilai Efektif Menjaga Pertumbuhan Bisnis

Public Relations (PR) Coordinator usmile Indonesia, Bayu Wardhana. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda

Strategi Penjualan Online Dinilai Efektif Menjaga Pertumbuhan Bisnis

Eko Nordiansyah • 13 March 2026 10:54

Jakarta: Pelaku industri dituntut untuk lebih adaptif dalam menjaga stabilitas bisnis, di tengah eskalasi konflik geopolitik dan ketegangan perang di tingkat global yang memicu ketidakpastian ekonomi. Menanggapi situasi tersebut, produsen perawatan kesehatan oral usmile Indonesia memperkuat fokus pada strategi pemasaran digital dan kolaborasi bersama Key Opinion Leaders (KOL) guna menjaga performa pertumbuhan di pasar nasional.

Public Relations (PR) Coordinator usmile Indonesia, Bayu Wardhana, mengungkapkan transformasi ke ranah daring menjadi langkah penting untuk menekan biaya operasional di tengah fluktuasi ekonomi. Dengan memprioritaskan penjualan online, perusahaan dapat melakukan kalkulasi bisnis yang lebih presisi dan efisien dibandingkan mengelola gerai fisik.

"Mengapa di online? Karena memang dari segi distribusi dan operasional cukup efisien serta sangat terukur, baik dari segi penjualan maupun promosi. Kami mampu menjangkau seluruh Indonesia cukup dengan sentuhan layar digital tanpa harus memikirkan operasional apabila memiliki offline store," ujar Bayu saat diwawancarai sesuai acara usmile’s Iftar Session, di Jakarta, Kamis, 13 Maret 2026.



(Usmile fokus strategi pemasaran digital dan kolaborasi bersama Key Opinion Leaders (KOL). Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)

Bidik pasar kelas atas

Bayu menuturkan, meski bayang-bayang krisis global menghantui daya beli masyarakat secara umum, usmile Indonesia tetap percaya diri dengan menyasar segmen pasar kelas menengah ke atas. Berdasarkan riset internal, kelompok konsumen menengah ke atas ini dinilai masih memiliki daya beli yang cukup stabil terhadap produk-produk premium.

“Tentunya memang kita saat ini masih menyasar kalangan menengah ke atas, karena memang kita mau coba sasar segmen premium. Kita masih cukup percaya diri bahwa daya belinya masih cukup oke, terlihat dari performa  penjualan kita di awal tahun ini,” ungkap dia.

Keberhasilan strategi ini tercermin pada performa perusahaan yang mencatatkan lonjakan penjualan hingga 4.100 persen pada Februari lalu. Selain efisiensi digital, faktor kunci di balik pertumbuhan ribuan persen tersebut adalah kejelian tim pemasaran dalam menggandeng mitra yang tepat.

Sejak meluncurkan produk pasta gigi pada Desember lalu, usmile Indonesia aktif berkolaborasi dengan berbagai elemen KOL dan Key Opinion Consumers (KOC) untuk menciptakan dampak yang masif di media sosial.

"Kebetulan kita mendapatkan partner yang tepat dari sisi KOL, maka dari itu kita mendapatkan kesempatan untuk viral. Tim marketing kami cukup jeli memanfaatkan peluang sehingga mendapatkan penjualan cukup maksimal," kata dia.

Harapan perputaran ekonomi

Bayu menambahkan, menyongsong Hari Raya Idulfitri 2026, usmile Indonesia menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah terkait penyaluran tunjangan bagi masyarakat. Momentum ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perputaran roda ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal.

"Harapannya dengan adanya bulan Ramadan dan tunjangan-tunjangan seperti THR bisa membantu masyarakat memulihkan daya beli, sehingga ekonomi dapat berputar kembali dan Indonesia dapat bertumbuh dengan baik," pungkasnya. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)