Pesisir Pantai Dipantau Usai Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

Petugas Tagana memantau kondisi pesisir pantai usai Pangandaran diguncang gempa magnitudo 5,3 pada Rabu malam, 5 Agustus 2026. Foto: Antara.

Pesisir Pantai Dipantau Usai Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

Anggi Tondi Martaon • 6 August 2026 00:27

Jakarta: Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memantau pesisir pantai. Hal itu dilakukan usai wilayah tersebut diguncang gempa magnitudo 5,3 pada Rabu malam, 5 Agustus 2026.

Ketua Tagana Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, sudah menginstruksikan seluruh jajaran Tagana untuk mendeteksi lebih dini dampak dari guncangan gempa tersebut. "Semua 'standby' monitor wilayah masing-masing, sementara tidak ada laporan kerusakan," kata Nana dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa gempa magnitudo 5.3 berpusat di 79 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 18 km.

Guncangan gempa tersebut cukup terasa oleh masyarakat di Kabupaten Pangandaran, terutama yang tinggal di pesisir pantai. Namun tidak menimbulkan kepanikan yang berlangsung lama.

"Alhadmulillah aman Pangandaran, kondusif, memang terasa cukup besar. Warga memang panik tapi tidak menimbulkan evakuasi mandiri berlebihan," ungkap Nana.

Ia menyampaikan, tidak lama setelah gempa, Tagana maupun jajaran dari instansi lainnya melakukan pemantauan yang hasil sementara kondisi di pesisir Pantai Pangandaran terkendali aman.

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Medcom.id.

"Tetap kondusif, masih terkendali, kebetulan Tagana sedang kegiatan di pelabuhan, sekalian memantau," ujar Nana.

Sementara itu, gempa bumi Pangandaran juga dilaporkan dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah tetangga Kabupaten Pangandaran seperti Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut, bahkan dirasakan juga guncangannya sampai Kabupaten Bandung.

(Anggi Tondi)