WIKA Kebut Tol Japek II Selatan, Progres Tembus 85,20%

Progres pengerjaan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Foto: dok WIKA.

WIKA Kebut Tol Japek II Selatan, Progres Tembus 85,20%

Husen Miftahudin • 6 August 2026 11:38

Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Hingga saat ini, progres konstruksi proyek telah mencapai 85,20 persen dan ditargetkan selesai pada kuartal I-2027 untuk seluruh area yang telah bebas lahan.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur nasional yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat.

Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang.

"Kami optimistis penyelesaian Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A akan memberikan nilai tambah bagi konektivitas kawasan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat," kata Ngatemin dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A dirancang menjadi jalur alternatif bagi Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang saat ini telah beroperasi. Keberadaan ruas tol tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik, terutama pada jam sibuk maupun periode libur.

Dalam proses pembangunannya, proyek ini juga menyerap sekitar 3.900 tenaga kerja, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah proyek.
 



(Progres pengerjaan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Foto: dok WIKA)
 

Manfaatkan BIM, Drone, dan LiDAR


Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan konstruksi, WIKA menerapkan sejumlah teknologi digital. Salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM) yang digunakan dalam proses perencanaan, visualisasi, koordinasi, hingga pengendalian pekerjaan.

Selain itu, proyek memanfaatkan teknologi drone melalui metode fotogrametri dan Light Detection and Ranging (LiDAR) guna memperoleh data kondisi lapangan secara cepat dan akurat.

Integrasi teknologi tersebut mendukung pemantauan progres proyek, meminimalkan potensi pekerjaan ulang (rework), serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai desain, spesifikasi teknis, dan standar mutu yang telah ditetapkan.

WIKA juga menerapkan pendekatan Lean Construction untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelaksanaan proyek. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mengoptimalkan proses perencanaan, pengendalian pekerjaan, dan pemanfaatan sumber daya sehingga dapat mengurangi pemborosan (waste) serta meminimalkan risiko pekerjaan ulang.

Di samping itu, proyek mengedepankan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Menurut perseroan, pengalaman dalam menggarap berbagai proyek infrastruktur nasional akan terus menjadi modal untuk menghadirkan pembangunan yang mendukung pemerataan infrastruktur sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

"WIKA terus berkomitmen menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional dengan mengedepankan kualitas konstruksi, inovasi teknologi, penerapan Lean Construction, serta implementasi prinsip ESG dan standar keselamatan kerja yang tinggi," tutup Ngatemin.

(Husen Miftahudin)