Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Bandung Raya

Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews

Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Bandung Raya

Roni Kurniawan • 5 March 2026 14:01

Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan masih mendukung peningkatan potensi hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Menurut Teguh, suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat. Selain itu, aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) masih terpantau aktif.

"Fenomena ini diperkuat oleh gelombang atmosfer frekuensi rendah serta terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin atau konvergensi di sekitar Jawa Barat," kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Maret 2026.
 


Teguh menjelaskan, tingkat liabilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang umumnya berkembang pada siang hingga sore hari.

Selain itu, BMKG juga memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah. Sistem ini memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali.


Ilustrasi hujan Metrotvnews.com

Teguh menuturkan, masyarakat diminta tetap tenang namun siaga, mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, serta rutin memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi kondisi darurat.

"BMKG juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, maupun udara, karena kondisi cuaca dapat berubah secara cepat dalam beberapa hari ke depan," ungkap Teguh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)