Viral Diduga Tabrak Lari Berantai, Pikap di Sukoharjo Diamuk Massa

Tangkapan layar pikap diamuk massa usai diduga tabrak lari sejumlah motor di Sukoharjo.

Viral Diduga Tabrak Lari Berantai, Pikap di Sukoharjo Diamuk Massa

Triawati Prihatsari • 24 January 2026 18:00

Sukoharjo: Sebuah video yang memperlihatkan mobil pikap Grand Max diamuk massa viral di media sosial. Mobil itu diduga melakukan serangkaian peristiwa tabrak lari di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa terjadi pada Sabtu siang, 24 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di Jalan Joko Tingkir, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Massa merusak kendaraan dan berusaha mengeluarkan sopir dari dalam mobil.

Salah satu saksi, Agung, mengatakan pikap Grand Max hitam bernomor polisi AD 9195 DV tersebut melaju kencang dan menabrak sepeda motor yang dikendarai seorang wanita. Usai menabrak, sopir tidak berhenti namun berusaha melarikan diri dengan mundur ke belakang.
 


"Posisi saya pas keluar rumah terus tau ada kejadian itu. Mobilnya setelah nabrak atret (mundur) ke belakang terus mblandang (tancap gas). Trus nabrak lagi sepeda motor dikendarai bapak-bapak. Korban sempat terseret sampai depan warung Madura terus dihentikan, dipecahin kacanya. Dia mundur trus nabrak tiang listrik, habis itu dia melarikan diri lagi ke arah Utara," ujar Agung di Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, membenarkan adanya peristiwa tabrak lari di wilayah hukumnya. "Informasi awal di dalam kendaraan Grand Max itu mulanya ada tiga orang. Ada informasi juga pelaku sebelumnya menarik perempuan tidak dikenal secara paksa, ketahuan warga lalu melarikan diri. Dalam rangkaian melarikan diri tersebut, mengakibatkan kejadian laka lantas hingga ke wilayah Kota Solo," ungkap Anggaito.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan tiga pelaku. Ia menyebut terdapat indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh narkoba.

"Saat ini tiga pelaku dan beberapa korban sudah diarahkan dan diamankan di Polsek Grogol. Indikasi awal bahwa yang bersangkutan sedang dalam pengaruh pil koplo. Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung," urai Anggaito.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)