'Jembatan Tangan' Pengantar Harapan di NTT

Bahan pangan terus disalurkan untuk korban terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.

'Jembatan Tangan' Pengantar Harapan di NTT

Anggi Tondi Martaon • 24 August 2026 15:02

Maumere: Tangan-tangan sibuk mengambil boks-boks berisi bahan pangan dari truk besar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tangan-tangan itu milik petugas dan relawan, yang memastikan boks berisi logistik sampai ke warga terdampak gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang daerah tersebut.

Tangan-tangan itu sambung menyambung membentuk jembatan, dari truk petugas saling oper boks logistik hingga masuk tenda pengungsi. Isi boks tak hanya logistik, tapi harapan dari warga terdampak gempa, agar perut kelaparan mereka bisa diisi bantuan tersebut.

'Jembatan tangan' itu tak kenal lelah mengantar harapan pengungsi. Sehingga, warga terdampak gempa dapat makanan dan bantuan, seperti yang mereka harapkan.
 


Metrotvnews.com menyaksikan bagaimana petugas berjibaku memastikan bantuan tepat sasaran. Alur distribusi dari bandara hingga pos pengungsian sudah jadi makanan sehari-hari.

Tugas suci 'jembatan tangan' itu didukung penuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan pelat merah berbondong-bondong menggelontorkan bantuan untuk pengungsi.

Komandan Satgas Penanganan Gempa Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes De Maga Bapa, menyaksikan hal tersebut.

"Sejak hari pertama, kami di posko sudah dikontak, kebutuhan apa, bahkan langsung bergerak. Semua sudah berpartisipasi," kata Sekda Kabupaten Sikka ini, Senin, 24 Agustus 2026. 

Bantuan langsung diterima dari berbagai penjuru, mulai dari darat, laut, dan udara sejak hari pertama. Cabang-cabang BUMN di Flores langsung menyerahkan bantuan ke posko-posko penanganan bencana, salah satunya di Kabupaten Sikka.

Bantuan awal difokuskan pada kebutuhan pokok para pengungsi. Mulai dari beras, makanan, air mineral, biskuit, daging, dan kebutuhan lainnya. Setidaknya, bantuan tersebut menjamin agar pengungsi tidak kelaparan setelah melalui guncangan hebat pada pagi hari.

Bantuan terus mengalir pada hari-hari berikutnya. Di sisi lain, tenda pengungsian juga didirikan agar masyarakat terdampak berada di tempat aman selama masa tanggap darurat. 

Salah satu pusat pengungsian berada di Stadion Samador Maumere, Kabupaten Sikka. Lapangan tersebut difokuskan sebagai penampungan sementara warga yang tinggal di daerah pesisir Sikka.


Lokasi pengungsi korban terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.

Tak hanya urusan perut yang dipenuhi. Pusat pengungsian di Stadion Samador dibuat senyaman mungkin oleh pemda setempat.

Bahkan, salah satu tenda yang didirikan bank pelat merah menyediakan selimut untuk melindungi para pengungsi dari dinginnya malam dan gigitan nyamuk. 

Di sisi lain lapangan, terdapat sejumlah bangunan semipermanen berjejer rapi. Bangunan tersebut didirikan sebagai tempat mandi dan buang air bagi para pengungsi.

Para pengungsi juga mendapat penerangan yang cukup selama di tenda pengungsian. Setiap tenda diterangi cahaya lampu. Pasokan listrik dijamin aman selama 24 jam karena disiagakan genset mobile yang berada di salah satu sisi stadion.

Tak hanya itu, kebutuhan jaringan telekomunikasi juga dipastikan terpenuhi. Kualitas jaringan dipastikan bagus. 

Selain mengandalkan paket data, para pengungsi dapat menikmati WiFi untuk berkomunikasi maupun berselancar di dunia maya.

(Fachri Audhia Hafiez)