Tembus Rp2,95 Kuadriliun, Indonesia-Tiongkok Sepakat Genjot Perdagangan Bilateral

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Joint Press Statement bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. Foto: Kemlu RI

Tembus Rp2,95 Kuadriliun, Indonesia-Tiongkok Sepakat Genjot Perdagangan Bilateral

Muhammad Reyhansyah • 21 August 2026 15:34

Jakarta: Indonesia dan Tiongkok mendorong peningkatan perdagangan bilateral yang saat ini mencapai USD167 miliar atau senilai Rp2,95 kuadriliun. 

Kedua negara menilai angka tersebut masih dapat dikembangkan karena belum mencakup seluruh potensi perdagangan yang dimiliki.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Joint Press Statement bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi setelah Dialog Strategis Komprehensif (CSD) perdana RI-Tiongkok di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menlu Sugiono mengatakan peningkatan perdagangan menjadi salah satu bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Indonesia dan Tiongkok sepakat terus meningkatkan kerja sama perdagangan untuk mendorong kenaikan nilai perdagangan bilateral.

"Volume perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang USD167 miliar itu merupakan sesuatu yang sangat perlu untuk dikembangkan karena angka tersebut tidak mencakup semua potensi yang dimiliki oleh kedua negara," kata Menlu Sugiono.

"Untuk itu, kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan tersebut," lanjutnya.

Upaya tersebut akan dilakukan antara lain melalui fasilitasi perdagangan serta penjajakan perluasan akses pasar bagi komoditas-komoditas unggulan Indonesia.

Dorong Investasi Tiongkok

Selain perdagangan, Indonesia mengapresiasi keberlanjutan komitmen Tiongkok terhadap investasi di Indonesia.

Menlu Sugiono mengatakan penilaian positif yang diberikan lembaga pemeringkat asal Tiongkok terhadap iklim investasi Indonesia menunjukkan besarnya kepercayaan Tiongkok terhadap perekonomian Indonesia serta kebijakan pemerintah.

"Kami juga mengapresiasi keberlanjutan komitmen Tiongkok terhadap investasi di Indonesia," ujar Sugiono.

Menurutnya, komitmen tersebut juga terlihat dari keberlanjutan kerja sama ekonomi kedua negara yang dibahas dalam kunjungan Wang Yi ke Indonesia.

Keberlanjutan Whoosh 
Indonesia dan Tiongkok turut membahas kelanjutan kerja sama Belt and Road, termasuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Menlu Sugiono mengatakan kedua pihak berkomitmen agar kerja sama tersebut terus berlanjut, termasuk dengan memastikan keberlanjutan pembiayaan dan menjajaki alternatif untuk meningkatkan volume penumpang kereta cepat.

"Kami tadi membahas mengenai kelanjutan kerja sama Belt and Road, termasuk kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), dengan komitmen bahwa ini adalah sesuatu yang harus terus berlanjut dan perlu ada keberlanjutan pembiayaan, termasuk juga alternatif-alternatif peningkatan volume penumpang di rute kereta cepat ini," katanya.

Penguatan hubungan ekonomi juga mencakup sektor keuangan. Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan kolaborasi untuk mendukung proyek-proyek pembangunan prioritas.

Kedua negara juga akan memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal dalam kerja sama ekonomi bilateral.

(Fajar Nugraha)