Kasus Campak Mulai Turun, Kemenkes: Dampak Imunisasi Massal

Ilustrasi campak. Foto: Shutterstock.

Kasus Campak Mulai Turun, Kemenkes: Dampak Imunisasi Massal

Atalya Puspa • 8 April 2026 19:48

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya tren penurunan kasus campak secara nasional pada akhir Maret 2026. Penurunan ini dinilai sebagai hasil nyata dari pelaksanaan imunisasi massal dan Outbreak Response Immunization (ORI) yang digencarkan pemerintah sejak awal Maret guna menekan lonjakan tajam kasus di awal tahun.

“Penurunan mulai terlihat pada minggu ke-10, dan semakin signifikan pada minggu ke-11 hingga ke-13 atau di akhir Maret,” ujar Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam Forum Diskusi Denpasar 12, dilansir Media Indonesia, Rabu, 8 April 2026.
 


Nadia menjelaskan, kasus campak sebelumnya sempat mencapai puncak pada minggu pertama Januari 2026 dengan angka 2.220 kasus terkonfirmasi. Namun, berkat pelaksanaan ORI yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan serta imunisasi kejar di berbagai fasilitas kesehatan dan sekolah, penularan kini mulai terkendali.

Meski tren nasional menurun, Kemenkes mencatat capaian imunisasi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang masih berada di bawah target. Rendahnya cakupan serta adanya penolakan vaksin di 14 provinsi prioritas, termasuk Aceh dan Jawa Timur, masih menjadi tantangan besar.

“Kita masih perlu akselerasi karena cakupan di sejumlah wilayah belum mencapai target minimal,” tegas Nadia.


Ilustrasi campak. Foto: Freepik.com.

Sebagai langkah perlindungan tambahan, pemerintah tengah menyiapkan pemberian vaksin campak-rubella (MR) bagi tenaga kesehatan (nakes). Nakes dinilai memiliki risiko tinggi tertular saat memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang masih memiliki kasus aktif.

Guna memastikan kasus tidak kembali melonjak, Kemenkes menginstruksikan seluruh daerah untuk memperkuat sistem surveilans. Setiap temuan kasus campak di tingkat desa wajib dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk segera dilakukan tindakan mitigasi.

“Penurunan ini harus dijaga dengan memastikan cakupan imunisasi merata dan mencapai target, agar penularan tidak kembali meningkat,” kata Nadia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)