Media Iran Sebut Kepala Staf Militer Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Sejumlah pejabat Iran yang dikonfirmasi tewas, dari kiri ke kanan: Aziz Nasirzadeh, Mohammad Pakpour (ditulis sebagai Mohammad Bagheri), Ali Shamkhani, dan Abdolrahim Mousavi. (Telegram IRGC)

Media Iran Sebut Kepala Staf Militer Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Riza Aslam Khaeron • 1 March 2026 14:42

Teheran: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Seyyed Abdolrahim Mousavi, dikonfirmasi menjadi salah satu perwira tinggi yang gugur dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel. Serangan masif tersebut menargetkan pertemuan Dewan Pertahanan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Saluran Telegram resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis pernyataan duka yang mengonfirmasi tewasnya Mousavi bersama jajaran komandan senior lainnya.

"Amir Sepahbod Syahid Seyyed Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata," tulis pengumuman resmi tersebut pada Minggu, 1 Maret 2026.

Ledakan terjadi saat Dewan Pertahanan Iran sedang melangsungkan rapat penting. Selain Mousavi, pejabat-pejabat Iran yang telah dikonfirmasi tewas meliputi, Panglima IRGC Jenderal Mohammad Pakpour, Penasihat Panglima Tertinggi sekaligus Sekretaris Dewan Pertahanan Daryasalar Ali Shamkhani, serta Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Jenderal Aziz Nasirzadeh.


Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi. (Telegram IRGC)

Pihak IRGC memerinci para pemimpin tersebut gugur bersama sebagai syuhada saat sedang menjalankan tugas negara di dalam ruang rapat.

Sebelumnya, pihak media Iran juga mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kabar ini pertama kali mencuat setelah pernyataan resmi Donald Trump melalui platform Truth Social.
 

Baca Juga:
5 Kandidat Pengganti Khamenei Sebagai Pemimpin Iran

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Dia tidak mampu menghindari intelijen serta sistem pelacakan kami yang sangat canggih. Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu hal pun yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang terbunuh bersamanya, lakukan," tulis Trump.

Berdasarkan laporan The Guardian, media semi-resmi Fars yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa anggota keluarga inti Khamenei, yakni putri, menantu, dan cucu perempuannya, juga ikut tewas dalam gempuran rudal tersebut.

Serangan yang diberi sandi "Operasi Epic Fury" oleh militer AS ini diindikasikan presiden Trump bertujuan untuk melakukan perubahan rezim.

"Ini adalah kesempatan tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negara mereka," tegas Trump.

Menanggapi situasi ini, IRGC menekankan bangsa Iran akan tetap teguh mengikuti jalan Imam Khomeini dan "akan menggagalkan seluruh konspirasi musuh." Pihak militer Iran juga berjanji akan merilis nama-nama syuhada lainnya dalam waktu dekat.

Sebagai balasan terhadap serangan AS-Israel, Iran telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan, termasuk markas besar Armada Kelima di Bahrain dan wilayah pemukiman di Israel.

Namun, Komando Pusat AS (Centcom) mengeklaim telah berhasil menghalau ratusan proyektil tersebut dan melaporkan tidak ada korban jiwa di pihak AS.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)