Bazaar Kampoeng Ramadhan di Malang Hadirkan Cek Kesehatan Gratis

Bazaar Kampoeng Ramadhan 2026 di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur/UB.

Bazaar Kampoeng Ramadhan di Malang Hadirkan Cek Kesehatan Gratis

Daviq Umar Al Faruq • 25 February 2026 16:48

Malang: Bazaar Kampoeng Ramadan 2026 di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, tidak sekadar menjadi agenda tahunan menyambut bulan suci. Kegiatan yang digelar pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026 itu menjadi ruang kolaborasi antara ibadah, layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi kampus.

Bazaar yang berlangsung di area masjid kampus Universitas Brawijaya ini menjadi bagian dari 16 rangkaian Gebyar Ramadan 2026. Program tersebut menyasar sivitas akademika dan masyarakat umum yang ingin merasakan atmosfer Ramadan lebih produktif.

Ketua Panitia Ramadhan MRP UB Ratno Bagus Edy Wibowo menyebut ada pembaruan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini panitia menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan Poliklinik UB dan klinik kecantikan mitra.

"Saya laporkan kegiatan Bazaar Ramadhan tahun 2026 berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami menghadirkan berbagai layanan terbaru, salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis yang disponsori oleh Poliklinik UB dan klinik kecantikan," ujar Ratno, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Ratno, Bazaar Kampoeng Ramadan bukan sekadar pusat jajanan dan produk UMKM. Agenda ini dirancang untuk menghidupkan suasana Ramadan sekaligus memberi manfaat nyata bagi jamaah dan pelaku usaha.
 


"Mudah-mudahan dengan berbagai layanan yang diberikan MRP pada bulan Ramadan ini, ibadah puasa kita menjadi berkah, bergairah, dan semakin semangat untuk mendapatkan maghfirah dari Allah SWT," tambah Ratno.

Dukungan juga datang dari Ketua Yayasan UB Moch Sasmito Djati. Dia menilai ekosistem masjid di lingkungan kampus menjadi kekuatan tersendiri dalam pembinaan spiritual mahasiswa.

"Kampus UB masjidnya paling banyak, ada 12 masjid. Setiap tahun kita mengadakan bazaar, dan kali ini juga ada Ngabuburun yang dapat meningkatkan produktivitas," ujar Sasmito.

Dia menegaskan Ramadan di UB tidak berhenti pada ibadah ritual semata. Berbagai kegiatan produktif seperti bazaar dan Ngabuburun menjadi medium membangun kebersamaan dan kreativitas mahasiswa.


Bazaar Kampoeng Ramadhan 2026 di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur/UB.

Senada dengan itu, Rektor UB Widodo menekankan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter generasi muda. Dia menyebut inti dari seluruh rangkaian kegiatan adalah pembangunan integritas.

"Kita ingin Ramadhan disambut dengan baik dan suka cita. Ramadhan adalah proses belajar membangun generasi muda dengan mengubah pola hidup untuk bertransformasi menjadi generasi yang lebih baik dan kompeten," tutur Widodo.

Dia menambahkan kecerdasan saja tidak cukup untuk membangun bangsa. "Sepintar apa pun seseorang, tanpa integritas tidak akan mampu membangun negeri yang lebih baik," tegas Widodo.

Di sisi lain, Bazaar Kampoeng Ramadhan 2026 juga memberi ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Pemilik Tenant Tahwa Berkah Uswatun Hasanah mengaku merasakan dampak langsung dari ajang tersebut.

"Bazaar Kampoeng Ramadhan ini sangat membantu tenant dalam pemasaran dan memahami keinginan pasar mahasiswa. Selain itu juga menambah relasi antar-UMKM," ungkap Uswatun.

Dia berharap partisipasi mahasiswa sebagai tenant semakin meningkat pada tahun mendatang. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa dan UMKM lokal dapat menciptakan ekosistem ekonomi kampus yang saling menguatkan.

"Semoga ke depan makin banyak tenant dari mahasiswa yang mendaftar dan bisa lebih membantu UMKM lokal, sehingga terbentuk ekonomi yang saling menguatkan dan membantu masyarakat sekitar," harap Uswatun .

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)