Ilustrasi petambak udang. Foto: dok MI/Heri Susetyo.
KKP Dorong Optimalisasi Produksi Tambak Udang Berbasis Kawasan
Candra Yuri Nuralam • 24 February 2026 16:43
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap bahwa modeling tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen sedang masuk siklus budidaya ketujuh. Tren lonjakan produksi diharap dijaga.
"Saat ini operasional tambak terus diperkuat agar semakin optimal," kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu melalui keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.
KKP mencatat adanya peningkatan produksi BUBK dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 193,29 ton BUBK berhasil diproduksi pada 2024.
"Terbaru, tahun (2025) produksi melonjak drastis menjadi 358,97 ton. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa sistem budidaya berbasis kawasan yang diterapkan semakin efektif, efisien, dan berdaya saing," ucap TB Haeru.

(Angkutan logistik Kampung Nelayan Merah Putih/KNMP. Foto: dok KKP)
KKP berharap adanya kesinambungan produksi melalui efisiensi dan efektifitas BUBK. Selain itu, KKP turut mendorong hasil BUBK yang bebas residu antibiotik dengan penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dengan ketat.
"Dengan penerapan CBIB sesuai standar, kami optimistis produksi dan produktivitas BUBK Kebumen akan terus meningkat dari waktu ke waktu hingga mencapai produksi optimal," ujar TB Haeru.
Dengan begitu, produksi BUBK diyakini akan melonjak. Selain itu, kualitasnya juga diyakini akan terjamin.