Tembok Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Ditjenpas NTT
Rutan Ruteng NTT Rusak Berat Akibat Gempa
Whisnu Mardiansyah • 17 August 2026 15:52
Ruteng: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Ditjenpas NTT) melaporkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng mengalami kerusakan parah melebihi 50 persen akibat gempa bumi yang melanda Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengungkapkan, ada empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Flores yang dipantau pascagempa, yaitu Rutan Ruteng, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Lapas Kelas IIB Ende. Dari keempat UPT tersebut, Rutan Ruteng menjadi satu-satunya yang terdampak paling berat.
"Dari pantauan hingga saat ini, ada beberapa gempa susulan. Namun, unit pelaksana teknis tersebut dalam kondisi aman, kecuali Rutan Ruteng yang saat ini lebih dari 50 persen bangunannya mengalami kerusakan," kata Decky di Kupang, seperti dilansir Antara, Senin, 17 Agustus 2026.
Di Rutan Ruteng, seluruh 171 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas dilaporkan dalam keadaan selamat. Setelah gempa, WBP diarahkan ke titik berkumpul dan ditempatkan di bangunan yang dinilai lebih kokoh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan dan tembok pembatas, termasuk tembok di sekitar blok hunian lansia dan ruang bimbingan kerja. Blok B, C, dan D juga menjadi perhatian karena perlu diuji kelayakannya sebelum dapat digunakan kembali.
Decky menyatakan, pihaknya menyiapkan rencana pemindahan sementara bagi 171 WBP ke Rutan Bajawa dengan syarat akses jalan Ruteng-Bajawa dapat dilalui dan kondisi Rutan Bajawa memenuhi standar.
"Kalau sudah oke, kami coba nanti set up di Bajawa. Nanti kita alihkan. Mudah-mudahan memenuhi syarat untuk bisa kita alihkan warga binaan yang ada di Ruteng ke Bajawa," ujarnya.
Kendati demikian, rencana ini masih dalam tahap persiapan karena Rutan Bajawa berpotensi mengalami kelebihan kapasitas jika harus menampung seluruh WBP asal Ruteng.
Sementara itu, di Rutan Bajawa ditemukan retakan pada beberapa bagian bangunan, namun tembok pembatas masih dalam kondisi baik dan situasi keamanan tetap terkendali.
Di Rutan Maumere, seluruh WBP dan petugas aman dengan kondisi bangunan yang masih layak. Lapas Kelas IIB Ende juga dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.

Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Decky memastikan tidak ada korban jiwa dari seluruh UPT Pemasyarakatan yang terkena dampak gempa. "Puji Tuhan, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Memang ada sedikit luka-luka karena ada puing-puing yang jatuh, tetapi sejauh ini alhamdulillah warga binaan aman, sehat," katanya.
Ia juga memastikan kebutuhan dasar WBP, termasuk pasokan makanan, tetap terjamin. Mengenai pemulihan Rutan Ruteng, Decky mengatakan pihaknya telah menerima informasi tentang rencana alokasi anggaran tanggap darurat. Namun, pengajuannya memerlukan pendataan dan pemeriksaan teknis untuk menghitung tingkat kerusakan serta kebutuhan perbaikan.
"Penghitungannya harus benar secara teknis. Kami nanti akan melaporkan kebutuhan dan juga akan disurvei," ujarnya.
Ia menegaskan, Ditjenpas NTT terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk menjamin keselamatan WBP dan petugas serta mengantisipasi kebutuhan evakuasi lebih lanjut.