Pascagempa NTT, Kodam Udayana Dorong Penyaluran Bantuan dan Pemulihan

Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Pascagempa NTT, Kodam Udayana Dorong Penyaluran Bantuan dan Pemulihan

Lukman Diah Sari • 18 August 2026 08:16

Denpasar: Kodam IX/Udayana bersama sejumlah pemangku kepentingan terus mempercepat upaya penanganan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain berfokus pada penyaluran bantuan logistik, tim gabungan juga mengebut pemulihan infrastruktur vital seperti jaringan listrik, komunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta perbaikan akses jalan dan jembatan.

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, mengatakan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Setelah kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, pemulihan berbagai fasilitas penunjang kehidupan harus segera diselesaikan.

“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kami dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kami siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Piek, di Denpasar, Bali, Selasa, 18 Agustus 2026, melansir Antara .

Menurutnya, kawasan Mbay dan Maumere menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian serius karena mengalami dampak guncangan gempa yang cukup parah. Personel TNI telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses penanganan di lapangan.

Selain evakuasi dan distribusi logistik, kata Piek, koordinasi secara intensif diarahkan untuk memastikan jaringan listrik dan komunikasi dapat segera dipulihkan. Kedua layanan tersebut dinilai sangat krusial sebagai penopang kelancaran komunikasi masyarakat sekaligus mendukung operasional penanganan darurat.

Piek menjelaskan, ketersediaan pasokan BBM juga menjadi bagian dari fokus perhatian dalam rapat koordinasi. Pasokan energi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga proses pemulihan wilayah terdampak. Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dan jembatan turut menjadi prioritas utama.


Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. ANTARA/HO-Penerangan Kodam Udayana

Akses transportasi yang terganggu dapat menghambat laju distribusi bantuan menuju masyarakat, sehingga pemulihannya perlu dikerjakan secepat mungkin. Guna mendukung seluruh upaya penanganan tersebut, posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere telah diaktifkan. Posko ini menjadi bagian integral untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penyaluran logistik ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf. Amrizal Nasution, mengatakan bahwa TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu selama masa tanggap darurat bencana ini.

“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.

Amrizal menekankan bahwa operasi penanganan bencana ini sangat membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta koordinasi lintas sektor yang solid. Setiap unsur diminta untuk senantiasa bergerak sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak, sehingga upaya pemulihan gempa Flores tidak hanya berhenti pada pengiriman bantuan darurat semata.

(Lukman Diah Sari)