Pedagang Pasar Kramat Jati Harap Daya Beli Masyarakat Kembali Menguat

Pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan

Pedagang Pasar Kramat Jati Harap Daya Beli Masyarakat Kembali Menguat

Andika Fauzan Azhari • 13 August 2026 15:30

Jakarta: Ekosistem pasar tradisional semakin terdesak oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergeser ke platform online. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Ekonomi, online pun bisa. Iya kan tahu sendiri online, langsung diantar harga standar, susah," ujar Sejahtera Sitepu kepada Metrotvnews.com, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Sejahtera menjelaskan, kepraktisan belanja digital dan masalah aksesibilitas menjadi pemicu utama sepinya pembeli yang datang langsung ke pasar tradisional.

"Kalau di sini orang kan kadang-kadang ke pasar, pajaknya-lah, parkirnya-lah, macetnya-lah, kan mendingan online ya kan? Nah iya, itu akibatnya," ungkap Sejahtera.


(Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan)

Pengaruh daya beli masyarakat

Kondisi sepi pembeli ini kian terasa memberatkan pedagang karena daya beli masyarakat yang dinilai makin menurun dari waktu ke waktu.

"Daya beli masyarakat itu berkurang," tegas Sejahtera.

Lewat kondisi ini, Sejahtera berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk menstabilkan dan menurunkan harga bahan pokok agar aktivitas di pasar tradisional kembali bergeliat.

(Eko Nordiansyah)