Kapan Puncak El Nino 2026? Begini Prediksi BMKG

Kemarau ilustrasi. Foto: Dok Pixabay.

Kapan Puncak El Nino 2026? Begini Prediksi BMKG

14 August 2026 15:13

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan iklim di Indonesia. Perubahan dinamika atmosfer dapat mempengaruhi pola cuaca yang terjadi di berbagai wilayah.

Memasuki periode kemarau, kondisi cuaca di sejumlah daerah dapat mengalami perubahan. Situasi tersebut juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Perkembangan kondisi cuaca dan iklim juga berkaitan dengan potensi hujan maupun cuaca kering. Masyarakat perlu mengikuti informasi dan prakiraan cuaca untuk mengantisipasi perubahan kondisi tersebut.

Lantas, kapan puncak El Nino dan bagaimana prediksi cuaca di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Indonesia Capai Puncak Kemarau Agustus 

Berdasarkan pemantauan BMKG, El Nino saat ini berada dalam kategori kuat. Kondisi tersebut ditandai dengan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 yang berada di atas 2 derajat Celsius. 

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah Samudra Pasifik mengalami peningkatan. Fenomena ini dapat mempengaruhi pola cuaca Indonesia dan membuat curah hujan berkurang, terutama saat bertepatan dengan musim kemarau.

Pada musim kemarau 2026, BMKG memprediksi puncaknya berlangsung pada Juli-September. Agustus menjadi periode dengan cakupan puncak kemarau terbesar, yakni 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia berdasarkan pemutakhiran Juni. 

Kondisi tersebut membuat Agustus menjadi periode yang perlu mendapat perhatian lebih. Kekeringan dan risiko kebakaran hutan serta lahan dapat meningkat ketika kondisi kering berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

BMKG juga memperkirakan dampak El Nino terhadap Indonesia masih terasa hingga pertengahan Oktober. Bahkan, El Nino diprediksi dapat bertahan hingga awal 2027, meski intensitas dan dampaknya dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.

Ilustrasi. Dok Pixabay.

Prediksi Cuaca di Sejumlah Wilayah Periode 11-17 Agustus 2026

Meski El Nino dan musim kemarau membuat sebagian besar wilayah Indonesia cenderung kering, hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi atmosfer tertentu dapat memicu pertumbuhan awan dan menghasilkan hujan secara lokal.

Pada periode 7-9 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih tercatat di beberapa wilayah. Curah hujan tertinggi mencapai 86 milimeter per hari di Papua, 22 milimeter per hari di Kalimantan Utara, dan 23 milimeter per hari di Papua Pegunungan.

Untuk periode 11-14 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah, yaitu:
  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Pegunungan
  • Papua
Sementara itu, pada 15-17 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan masih berpeluang terjadi di:
  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Papua Pegunungan
  • Papua
Kondisi tersebut menunjukkan musim kemarau tidak membuat seluruh wilayah Indonesia mengalami cuaca kering secara bersamaan. Hujan masih dapat terjadi secara lokal ketika terdapat gangguan atmosfer yang mendukung pembentukan awan.

Selain hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang di sejumlah wilayah. Angin dengan kecepatan tinggi dapat meningkatkan gelombang laut dan mengganggu aktivitas pelayaran maupun kegiatan masyarakat di perairan.

Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus, ketersediaan air dan potensi kekeringan perlu menjadi perhatian. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga perlu diantisipasi karena kondisi kering dapat meningkatkan potensi karhutla pada periode Agustus hingga September.

(Angel Rinella)

(Arga Sumantri)