Layanan Kedatangan Internasional Terintegrasi dengan Akses Tiket Whoosh

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (kanan) dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menandatangani perjanjian kerja sama di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. ANTARA/HO-Humas Ditjen Imigrasi

Layanan Kedatangan Internasional Terintegrasi dengan Akses Tiket Whoosh

Deny Irwanto • 17 October 2026 19:23

Jakarta: Penumpang internasional yang baru tiba di Indonesia kini dapat mengakses tautan pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia. Integrasi layanan ini diharapkan memudahkan penumpang merencanakan perjalanan lanjutan menuju Bandung atau Karawang setelah menyelesaikan deklarasi kedatangan.

Layanan tersebut berlaku mulai 16 Oktober 2026, menyusul kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Marketing Gallery KCIC Halim, Jakarta Timur, Jumat, 16 Oktober 2026.

Melalui integrasi ini, penumpang internasional yang telah mengisi deklarasi kedatangan di All Indonesia dapat mengakses situs pemesanan tiket Whoosh melalui tautan yang tersedia di platform tersebut. Dengan demikian, penumpang memiliki akses menuju layanan pemesanan transportasi lanjutan tanpa harus mencari laman pemesanan secara terpisah.

"Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan Imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan," kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Menurut dia, integrasi layanan kedatangan internasional dengan akses transportasi menjadi salah satu cara untuk menyederhanakan proses perjalanan. Meski demikian, pemesanan tiket tetap dilakukan melalui layanan pemesanan Whoosh yang tersedia.

Perjalanan Whoosh dan penggunaan All Indonesia


Kerja sama ini berlangsung ketika Whoosh terus melayani perjalanan penumpang, termasuk warga negara asing yang bepergian menuju wilayah Jawa Barat. Berdasarkan data dalam keterangan yang disampaikan, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang hingga Juli 2026 sejak mulai beroperasi.

Sementara hingga Agustus 2026, tercatat 944.087 perjalanan penumpang warga negara asing menggunakan kereta cepat tersebut. Data ini menggambarkan penggunaan Whoosh oleh penumpang internasional yang menjadi salah satu kelompok pengguna layanan transportasi tersebut.


Para penumpang kereta cepat Whoosh saat menunggu kedatangan kereta, di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 17 Oktober 2026. ANTARA/Rubby Jovan

Di sisi lain, All Indonesia merupakan platform deklarasi kedatangan yang mengintegrasikan layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina. Penumpang dapat mengisi deklarasi sejak tiga hari sebelum kedatangan di Indonesia.

Hingga Oktober 2026, platform tersebut tercatat telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional. Integrasi akses tiket Whoosh menjadi tambahan fungsi yang menghubungkan layanan kedatangan dengan informasi transportasi lanjutan.

Pertukaran data dan perlindungan informasi

Selain akses pemesanan tiket, kerja sama Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian. Pelaksanaannya disebut tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi.

Pengelolaan data menjadi salah satu aspek penting dalam integrasi layanan digital, terutama ketika informasi digunakan oleh lebih dari satu lembaga. Karena itu, penerapan kerja sama perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku terkait akses, penggunaan, dan perlindungan data penumpang.

Hendarsam mengatakan, pengembangan layanan digital diharapkan dapat memberikan kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman," ujar Hendarsam.

Dengan integrasi ini, penumpang internasional memiliki akses yang lebih praktis untuk mencari layanan transportasi lanjutan setelah tiba di Indonesia. Efektivitas penerapannya akan bergantung pada kemudahan akses, kejelasan informasi, serta pengelolaan layanan dan data yang sesuai dengan ketentuan.


(Deny Irwanto)