Pesawat TNI AU jenis NC-212 bernomor registrasi A-2107 melaksanakan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terbang dari Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru. ANTARA/Firman
TNI AU Kerahkan Pesawat NC-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Whisnu Mardiansyah • 20 October 2026 08:58
Banjarbaru: TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat NC-212 dengan nomor registrasi A-2107 untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita mengatakan mendukung pelaksanaan operasi melalui penyediaan fasilitas pangkalan dan layanan penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Lanud Sjamsudin Noor memfasilitasi penuh OMC menggunakan pesawat TNI AU melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” kata Hilman di Banjarbaru, seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pangkalan udara memiliki peran penting dalam mendukung mobilisasi Satuan Tugas (Satgas) Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla. Dukungan tersebut mencakup kesiapan fasilitas dan personel untuk menunjang pelaksanaan misi.
Operasi udara dipimpin pilot Mayor Pnb Candra Ary W. Pesawat menjalankan misi dengan melintasi sejumlah wilayah yang rawan mengalami karhutla, termasuk kawasan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Dua Sortie Penaburan Bahan Semai
Pelaksanaan OMC dilakukan melalui dua sortie atau penerbangan misi. Pada sortie pertama, pesawat beroperasi di atas wilayah Palangka Raya pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat menebarkan 567 kilogram bahan semai dry ice dengan durasi terbang selama 2 jam 5 menit.
Misi kemudian dilanjutkan melalui sortie kedua yang mencakup wilayah Palangka Raya dan Barito Kuala. Pada penerbangan ini, pesawat membawa 800 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) dengan durasi terbang 1 jam 50 menit. Dengan demikian, total bahan semai yang digunakan dalam dua penerbangan tersebut mencapai 1.367 kilogram.
Hilman menegaskan, jajaran Lanud Sjamsudin Noor mengoptimalkan kesiapan pangkalan untuk mendukung kelancaran operasi. Ketersediaan fasilitas penerbangan dan kesiapan personel menjadi perhatian agar penaburan bahan semai dapat berlangsung sesuai rencana.

Water bombing untuk penanganan karhutla. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi.
“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegasnya.
Kesiapan dukungan udara tersebut merupakan bagian dari kontribusi TNI AU dalam upaya mitigasi karhutla dan perlindungan masyarakat dari dampak asap. Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan sebagai salah satu langkah penanganan bencana yang membutuhkan koordinasi lintas unsur.
Hilman berharap pelaksanaan operasi secara terpadu dapat membantu mengurangi potensi titik api serta mendukung upaya menjaga keamanan ruang udara dan kondisi lingkungan.
“Langkah taktis penanganan karhutla secara terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi titik api secara berkelanjutan demi menciptakan ruang udara dan lingkungan yang aman,” ujar Hilman.