Ilustrasi. Foto: Dok Pexels
AS Jadi Eksportir Minyak Terbesar di Dunia, Kalahkan Arab Saudi
Eko Nordiansyah • 27 October 2026 15:08
Jakarta: Amerika Serikat (AS) menjadi negara eksportir minyak terbesar di dunia pada Mei 2026, mengungguli Rusia dan Arab Saudi. Pencapaian ini didorong peningkatan produksi minyak domestik serta perubahan pasokan energi global.
Melansir Energy News Beat, Selasa, 27 Oktober 2026, ekspor minyak mentah dan produk minyak olahan AS mencapai sekitar 10,5 juta barel per hari pada Mei 2026. Angka tersebut menempatkan AS di posisi teratas dalam ekspor minyak global pada periode tersebut.
Berdasarkan data pelacakan kapal Vortexa yang dikutip Reuters, Rusia berada di posisi kedua dengan ekspor sekitar tujuh juta barel per hari, disusul Arab Saudi dengan 5,9 juta barel per hari.
Pencapaian tersebut menandai perubahan dalam perdagangan energi dunia yang selama bertahun-tahun didominasi negara-negara produsen utama, seperti Arab Saudi dan Rusia.
Produksi minyak AS terus meningkat
Selain menjadi eksportir minyak terbesar pada Mei 2026, AS juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak mentah terbesar di dunia.Mengutip Administrasi Informasi Energi AS (EIA), produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 13,6 juta barel per hari sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dan meningkat dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 13,2 juta barel per hari.
Peningkatan produksi tersebut didukung perkembangan teknologi pengeboran dan eksploitasi minyak serpih atau shale oil. Salah satu wilayah penghasil utama adalah Permian Basin yang berada di Texas dan New Mexico.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Unplash)
Gangguan pasokan global dorong ekspor AS
Peningkatan ekspor minyak AS juga berlangsung di tengah perubahan pasokan energi internasional. Gangguan pengiriman minyak dari sejumlah negara produsen turut meningkatkan kebutuhan pasar terhadap pasokan alternatif.Gangguan ekspor Arab Saudi akibat konflik AS-Iran serta tekanan terhadap pasokan minyak Rusia ikut mendorong posisi AS sebagai eksportir terbesar. Selain minyak mentah, AS juga mengekspor berbagai produk hasil pengolahan minyak, seperti bensin, solar, dan bahan bakar pesawat.
Permintaan dari pasar Eropa dan Asia turut mendukung perdagangan energi AS. Di sektor gas alam, AS juga menjadi produsen terbesar dunia dan pemimpin ekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Meski demikian, angka ekspor bulanan tersebut tidak serta-merta menunjukkan AS menjadi eksportir terbesar sepanjang tahun. Peringkat ekspor dapat berubah mengikuti tingkat produksi, permintaan global, kondisi geopolitik, dan kelancaran jalur pengiriman minyak.
Perkembangan ini menegaskan semakin besarnya pengaruh AS dalam pasar energi dunia, baik melalui produksi minyak mentah, ekspor produk minyak olahan, maupun perdagangan gas alam. (Natasya Dwi Putri)