Pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Dok. Tangkapan Layar
BNPB Catat 2.216 Kejadian Bencana di Indonesia, Termasuk Penambahan Kasus Karhutla
Achmad Zulfikar Fazli • 26 October 2026 21:59
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan kejadian bencana baru di Tanah Air. Secara keseluruhan, terdapat 2.216 kejadian bencana di Indonesia yang sebagian besar dipicu faktor hidrometeorologi.
“Ini merupakan angka yang saat ini kami kumpul. Tentu 99 persen seperti mana yang kami sampaikan, berasal dari hidrometeorologi, baik basah maupun kering,” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Senin, 26 Oktober 2026.
Berton memaparkan ada penambahan 12 kejadian bencana baru, di antaranya mencakup 10 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), satu bencana banjir, dan satu bencana kekeringan.
Berton menjelaskan bencana banjir terjadi di Tapanuli Tengah, satu bencana kekeringan terjadi di Kabupaten Takalar, serta 10 kasus karhutla di berbagai wilayah.
Berton menyampaikan kejadian karhutla berasal dari titik wilayah, mulai dari Grobogan, Luwu Timur, Ciamis, Bangka Tengah, Wonogiri, Sukoharjo, Sidenreng Rappang, Kota Batu, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Malang.
“Saat ini perhatian kami adalah di Sumatra Selatan, Jambi, maupun Lampung, khususnya Taman Nasional Way Kambas,” ujar Berton.

Personel gabungan tengah melakukan proses pendinginan di kawasan TN Berbak dan Sembilang wilayah Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin, 26 Oktober 2026. ANTARA/HO-TN Berbak dan Sembilang
Meski sebaran karhutla masih ditemukan di sejumlah daerah, BNPB memastikan penanganan di Provinsi Riau tidak lagi menjadi prioritas utama. Sebab, curah hujan alami di wilayah tersebut cukup tinggi dan berhasil memadamkan banyak lahan yang terbakar.
“Kami perlu menyampaikan perhatian kami terhadap Riau sudah beralihkan atau tidak lagi karena memang curah hujan alami di sana sudah relatif banyak, dan sudah memadamkan banyak lahan-lahan yang kebakaran,” ujar Berton.
(Arini Noviawati Gunawan)