Sri Lanka pulangkan 40 pelaut Iran yang terdampar. Foto: Anadolu
Sri Lanka Pulangkan 40 Pelaut Iran yang Diselamatkan dari Kapal Terdampar
Fajar Nugraha • 26 October 2026 08:11
Colombo: Sri Lanka telah memulangkan 40 pelaut Iran yang sebelumnya dibawa ke daratan dari kapal-kapal niaga yang terdampar untuk mendapatkan perawatan medis.
Menteri Luar Negeri Vijitha Herath mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ke-40 pelaut itu telah menerima penanganan medis sebelum kembali ke Iran pada Sabtu 24 Oktober 2026 pagi waktu setempat.
Menurut Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, para pelaut tersebut berada di atas kapal-kapal niaga sekitar 24 mil laut di lepas pantai Galle ketika pihak berwenang menerima panggilan darurat terkait kondisi kesehatan mereka.
Kedutaan Besar Iran di Kolombo mengatur evakuasi tersebut, sementara pihak berwenang Sri Lanka mengoordinasikan pemindahan mereka melalui pelabuhan Galle.
"Kami telah mengoordinasikan pemindahan tersebut dan memenuhi kewajiban kemanusiaan kami," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka Thushara Rodrigo, dalam laporan tersebut, yang dikutip dari Anadolu, Senin 26 Oktober 2026.
Hampir belasan kapal tanker minyak Iran dalam keadaan kosong dilaporkan masih berlabuh di lepas pantai Galle, tidak dapat kembali ke negara asal akibat blokade Amerika Serikat.
Pihak berwenang Sri Lanka menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut berada di perairan internasional, di luar batas wilayah 12 mil laut negara itu. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa pesawat pengintai dan kapal patroli angkatan laut telah dikerahkan untuk memantau kapal-kapal tersebut.
Pada Maret, militer Iran menyatakan bahwa 104 awak kapal perang Iran, IRIS Dena, tewas dan 32 lainnya terluka dalam sebuah serangan oleh Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka.
Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, kapal tersebut diserang pada tanggal 4 Maret saat dalam perjalanan pulang dari latihan angkatan laut "Milan Peace 2026" di India. Washington mengonfirmasi bahwa sebuah kapal selam Amerika telah melancarkan serangan torpedo terhadap kapal tersebut.
Sri Lanka menyatakan telah meluncurkan operasi penyelamatan gabungan setelah menerima panggilan darurat dari kapal tersebut di lepas pantai Galle, serta membawa 32 awak kapal yang terluka ke rumah sakit setempat.