Bitcoin Stabil di Dekat USD80 Ribu, Keputusan The Fed Dinanti

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bitcoin Stabil di Dekat USD80 Ribu, Keputusan The Fed Dinanti

Eko Nordiansyah • 26 October 2026 11:05

New York: Bitcoin berada di kisaran USD80.400 pada perdagangan Minggu, 25 Oktober 2026 waktu setempat, stabil setelah mengalami aksi jual tajam selama akhir pekan. Para investor kini mencermati likuidasi besar-besaran di pasar mata uang kripto menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Pertemuan Federal Reserve pada 27-28 Oktober diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi harga Bitcoin. Para pelaku pasar menantikan sinyal apakah para pengambil kebijakan akan mempertahankan suku bunga atau justru menerapkan pengetatan lebih lanjut.

Dikutip dari Investing, Senin, 26 Oktober 2026, suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan Bitcoin dengan memperkuat dolar AS dan mengurangi permintaan terhadap aset berisiko, sementara pandangan yang tidak terlalu agresif (hawkish) dapat mendukung pemulihan harga.

Harga minyak yang tinggi turut memperumit prospek pasar. Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas USD117 di tengah konflik yang melibatkan Iran, sehingga memicu kekhawatiran akan inflasi yang terus berlanjut.

Pada hari Sabtu, Bitcoin sempat jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari sebulan di angka USD79.146, sebelum akhirnya kembali naik melampaui ambang batas psikologis penting di level USD80 ribu. Pada Minggu, Bitcoin diperdagangkan di harga USD80.352.

Bitcoin mencatatkan penurunan harian selama empat hari berturut-turut dan berpotensi mengalami penurunan bulanan pertama sejak Juni.

Tekanan jual meningkat

Menurut data Coinglass, posisi mata uang kripto senilai lebih dari USD810 juta telah dilikuidasi dalam kurun waktu 24 jam, termasuk sekitar USD689 juta posisi bullish (taruhan kenaikan harga).

Likuiditas yang tipis selama akhir pekan memperparah tekanan jual, karena posisi dengan leverage (utang) terpaksa ditutup setelah harga Bitcoin turun di bawah USD80 ribu.

Bitcoin juga tergelincir di bawah rata-rata pergerakan 50 hari (50-day moving average) di kisaran USD81.700, dengan para pedagang kini memantau potensi level dukungan (support) di sekitar USD78.400 dan USD77.876.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang menyimpan Bitcoin dalam kas mereka menghadapi tantangan yang kian besar dalam menyeimbangkan pembelian mata uang kripto dengan kewajiban pendanaan.

Menurut Fidelity Digital Assets, penerbitan saham preferen perpetual (tanpa tanggal jatuh tempo) telah mendanai pembelian sekitar 136 ribu Bitcoin sejak 2025.
(Ilustrasi. Foto: Dok Freepik)

Perusahaan-perusahaan seperti Strategy dan Strive semakin mengandalkan saham preferen untuk menggalang modal, meskipun pembayaran dividen secara berkala dapat membatasi kemampuan mereka untuk melakukan pembelian di masa depan.

Strategy baru-baru ini menghabiskan USD193 juta untuk membeli kembali saham preferen, sementara di saat yang sama hanya mengakuisisi 267 Bitcoin, sebuah fakta yang menyoroti adanya tuntutan yang saling bersaing terhadap modal perusahaan tersebut.

Secara terpisah, CEO Xapo Bank, Seamus Rocca, menyatakan para investor Bitcoin yang kaya kini semakin sering menggunakan aset kripto mereka sebagai jaminan untuk meminjam dana dan mencari imbal hasil (yield), alih-alih menjual mata uang kripto yang mereka miliki.

Rocca menyebutkan alokasi dari institusi dapat mendukung permintaan jangka panjang, meskipun ketidakpastian regulasi dan geopolitik masih menjadi hambatan.

Dalam perkembangan lain, produsen dompet perangkat keras (hardware wallet) Keystone mengungkapkan adanya kebocoran data pelanggan yang mencakup nama, informasi kontak, alamat pengiriman, dan detail pembelian.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa kunci privat (private keys), frasa pemulihan (recovery phrases), dan informasi pembayaran tidak terdampak, namun mereka memperingatkan pelanggan mengenai potensi upaya phishing yang mungkin menyamar sebagai pengembalian dana (refund) atau penggantian perangkat.

Harga pergerakan altcoin cenderung beragam

Secara umum, harga aset kripto pada Minggu menunjukkan pergerakan yang beragam. Sebagian mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya mencatatkan penurunan.

Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 0,49 persen menjadi USD2.331,61.

XRP, mata uang kripto terbesar ketiga di dunia, naik 1,54 persen menjadi USD1,2930. Solana naik 0,34 persen menjadi USD100,721, sementara BNB melonjak 1,49 persen menjadi USD737,80.

Cardano turun 0,85 persen menjadi USD0,2032, sedangkan Dogecoin menguat 0,57 persen. Di antara koin meme, $TRUMP naik 1,12 persen, sementara Shiba Inu tidak mengalami perubahan harga.

(Eko Nordiansyah)