Banjir lahar dari Gunung Semeru menerjang sejumlah daerah aliran sungai (DAS). (Metro TV/ Rokhmad)
Diterjang Banjir Lahar Semeru, Sejumlah Tanggul Sungai Ambrol
Metro TV • 2 November 2026 11:33
Lumajang: Banjir lahar dari Gunung Semeru menerjang sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di kawasan gunung tersebut, Senin pagi, 2 November 2026. Terjangan banjir lahar menyebabkan sejumlah tanggul sungai ambrol.
"Itu memang dari hulu atau DAS Semeru yang mengalir ke Sungai Glidik, perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang sampai melewati jembatan limpas di sana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, di Lumajang.
Salah satu lokasi terdampak berada di aliran Sungai Besuk Lengkong, Dusun Curah Kobokan, Desa Sumpit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Banjir lahar juga menerjang aliran Sungai Glidik yang berada di sisi selatan Gunung Semeru.
Menurutnya, hujan yang mengguyur kawasan Semeru sejak Minggu malam berpotensi memicu aliran banjir lahar yang membawa material vulkanik dari gunung tersebut. "Kita kalau melihat dari akses tersebut dengan hujan tadi malam, kemungkinan ada banjir lahar membawa material dari Gunung Semeru," ujarnya.
Di aliran Sungai Glidik, derasnya aliran lahar tidak hanya meningkatkan debit air, tetapi juga menyebabkan tanggul sungai jebol. Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik.

Kondisi aliran sungai DAS Semeru di bawah Jembatan Gantung Kaliregoyo, Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Senin pagi, 2 November 2026. ANTARA/HO-BPBD Lumajang
Aktivitas banjir lahar tersebut juga terekam pada seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Getaran banjir tercatat memiliki amplitudo maksimum mencapai 65 milimeter.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar susulan, terutama saat hujan kembali mengguyur kawasan puncak Semeru.
Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berada pada Status Level III atau Siaga. (Rokhmad)