Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Tak Yakin Tiongkok dan Rusia Akan Bantu Iran Perangi AS-Israel
Muhammad Reyhansyah • 13 October 2026 12:19
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya tidak meyakini Tiongkok dan Rusia membantu Iran di tengah perang melawan Washington dan Israel.
Menurut Trump, kedua negara tersebut memiliki terlalu banyak kepentingan yang dapat terancam jika terlibat membantu Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social, Senin, 12 Oktober 2026, sebagai tanggapan atas komentar mengenai dugaan bantuan Beijing dan Moskow kepada Iran.
"Jika mereka memang membantu, skalanya sangat kecil, tetapi saya sama sekali tidak percaya mereka melakukannya," tulis Trump, dikutip dari Anadolu.
"Mereka memiliki terlalu banyak hal yang bisa hilang, dan kami akan mengetahuinya, bahkan dengan sangat cepat!" tambahnya.
Pernyataan terbaru itu sejalan dengan unggahan Trump pada Juli, ketika ia mengatakan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyampaikan bahwa Beijing tidak akan menjual senjata kepada Iran dalam kondisi apa pun, termasuk melalui perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Trump juga mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kepadanya bahwa Moskow tidak akan menjual senjata kepada Teheran.
Saat itu, Trump memperingatkan kedua negara bahwa keterlibatan mereka dalam membantu Iran akan membawa konsekuensi serius.
"Jika mereka benar-benar ikut terlibat, hal itu akan sangat buruk bagi mereka," kata Trump dalam pernyataan sebelumnya.
Pada Mei, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok yang dituduh mendukung jaringan pengadaan militer Iran serta menyediakan citra satelit yang diduga membantu Teheran menargetkan pasukan AS.
Namun, Beijing membantah tuduhan bahwa entitas Tiongkok membantu militer Iran.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.
Pada Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman setelah mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, proses tersebut terhenti di tengah perselisihan kedua pihak, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Sebut Iran Gagal Total, Singgung Kemungkinan Ambil Tindakan Baru