Petugas memadamkan kebakaran lahan. Dokumentasi/ Media Indonesia
Status Tanggap Darurat Karhutla Riau Diperpanjang Dua Pekan
Media Indonesia • 6 August 2025 20:26
Pekanbaru: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama dua pekan atau 14 hari dari 5 hingga 18 Agustus 2025. Sebelumnya status tersebut sudah diberlakukan sejak 22 Juli.
"Status tanggao darurat Karhutla diperpanjang selama 14 hari," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, Rabu, 6 Agustus 2025.
| Baca: Indonesia Dilanda Karhutla hingga Banjir dalam 24 Jam
|
“Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah prioritas kami. Itulah sebabnya status tanggap darurat diperpanjang agar seluruh sumber daya tetap bisa dikerahkan secara maksimal,” jelas Edy.
Sejauh ini dari laporan diketahui karhutla masih terjadi pada sejumlah kabupaten dan kota. Di antaranya, Kampar, Rokan Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Siak. Namun, berkat kolaborasi lintas sektor, luasan kebakaran dapat ditekan.
“Koordinasi antar instansi berjalan sangat baik. Ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam menangani Karhutla secara tuntas,” ungkap Edy.
Sementara Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan kondisi Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan sejumlah daerah lainnya di Riau sudah semakin membaik.
"Semakin membaik. Namun memang butuh waktu sampai tuntas," kata Ferdian.
Ferdian menjelaskan tim pemadam darat Manggala Agni telah melakukan penyekatan atau membendung kanal gambut di KM 41 Simpang Kanan, Kabupaten Rohil sepanjang lebih kurang 50 meter.
"Kami bagi 3 sektor. Sektor 1 di simpang kanan, sektor 2 di km 35/36, sektor 3 di km 39/41. Setiap lokasi kami bikin target harian, kayak sore ini kami naikkan drone untuk cek kondisi untuk rencana operasi besok Besok pagi pukul 6.30 WIB, kawan-kawan sudah size up kondisi pagi untuk melihat apakah rencana operasi masih relevan atau berrgeser apabila pagi ada rembetan," ungkap Ferdian.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com