Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
23 Juta Perempuan Prasejahtera Berhasil Naik Kelas
Fachri Audhia Hafiez • 30 June 2026 16:51
Jakarta: Sebanyak 23,3 juta perempuan prasejahtera di Indonesia berhasil naik kelas dan lepas dari jerat kemiskinan. Hal ini hasil intervensi modal ultra mikro dan pendampingan karakter yang konsisten.
“Kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Kindaris menekankan, keberhasilan sejati dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) ini tidak boleh sekadar dihitung dari tingginya angka penyaluran modal korporasi. Esensi utama yang dikejar adalah dampak sosial nyata di mana kaum ibu rumah tangga prasejahtera mampu mendongkrak status kesejahteraan hidup mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya," ucap Kindaris.
Fenomena naik kelasnya puluhan juta perempuan ini dipertegas oleh hasil riset lembaga independen INDEKSTAT. Data survei mencatat lompatan pendapatan bersih nasabah yang sangat signifikan, yakni dari rata-rata Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan. Artinya, kantong pendapatan bersih keluarga prasejahtera tersebut bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulannya.

Sebanyak 23,3 juta perempuan prasejahtera di Indonesia berhasil naik kelas dan lepas dari jerat kemiskinan. Foto: Dok. Istimewa.
Selain lonjakan pendapatan, kemampuan manajemen dan ekspansi usaha para perempuan ini terbukti terkerek naik hampir 29 persen. Pendampingan intensif dinilai sukses membangun rasa percaya diri serta memperkuat imunitas bisnis skala ultra mikro agar tahan banting dari fluktuasi ekonomi.
Keberhasilan masif ini disokong oleh ekosistem layanan yang tersebar di 36 provinsi, yang meliputi 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Tidak kurang dari 43 ribu Account Officer (AO) diterjunkan setiap hari ke lapangan untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan transisi teknologi digital secara langsung kepada nasabah.