Menlu Sugiono saat menyampaikan National Statement di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, 26 September 2026. (webtv.un)
Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina Ujian Paling Jelas bagi Sistem Multilateral
Willy Haryono • 27 September 2026 05:41
New York: Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut isu Palestina sebagai salah satu ujian paling jelas bagi sistem multilateral dalam menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya.
Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, Sabtu, 26 September 2026 waktu setempat.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa penguatan institusi multilateral tidak akan cukup jika prinsip-prinsip yang menjadi landasannya tidak ditegakkan.
“Hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan harus dihormati, dan kolonialisme harus diakhiri,” kata Menlu Sugiono.
Dalam konteks tersebut, ia kemudian menempatkan Palestina sebagai salah satu persoalan utama yang menguji kemampuan sistem multilateral. “Di sinilah Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas atas prinsip-prinsip tersebut dan ujian bagi hati nurani kita,” ungkapnya.
Menlu Sugiono menyoroti kondisi di Gaza dan Tepi Barat yang menurutnya menunjukkan pelanggaran hukum internasional. Ia mengatakan situasi tersebut mengingatkan pada kondisi dunia sebelum 1945, sebelum lahirnya Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan empat Konvensi Jenewa 1949.
Menurutnya, pengalaman Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme menjadi bagian penting dari sikap Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengatakan perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan membentuk dukungan konsisten Indonesia terhadap rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan masa depan sendiri.
Karena itu, kata Menlu Sugiono, Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri sendiri.
“Dan sampai negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan Solusi Dua Negara, sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang telah disepakati secara internasional,” tegasnya.
Selain itu, Menlu Sugiono juga mengatakan bahwa isu Palestina tidak semata-mata merupakan persoalan kawasan Timur Tengah, tetapi juga berkaitan dengan kredibilitas sistem multilateral secara keseluruhan.
“Palestina bukan hanya persoalan untuk satu kawasan. Ini adalah ujian apakah sistem multilateral dapat menegakkan prinsip-prinsip yang sejak awal diciptakan untuk dibelanya, dan apakah sistem itu dapat memberikan hasil ketika hal tersebut paling dibutuhkan,” tutur Menlu Sugiono.
Baca juga: Menlu Sugiono Serukan Langkah Bersama untuk Wujudkan Solusi Dua Negara