Tim SAR melakukan pencarian korban dari bencana banjir bandang di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (22/9). ANTARA/HO-SAR Padang
Tim SAR Cari 2 Warga Hilang Diterjang Banjir Bandang di Solok
Whisnu Mardiansyah • 22 September 2026 15:37
Solok: Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Sumatra Barat, mengerahkan personel untuk mencari dua warga yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam, 21 September 2026.
"Akibat kejadian ini dua warga dilaporkan hilang, saat ini pencarian korban masih terus dilakukan," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Padang, seperti dilansir Antara, Selasa, 22 September 2026.
Dua warga yang masih dalam pencarian tersebut masing-masing bernama Algusral, 59, dan Dafi, 20. Keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Upaya pencarian dan pertolongan telah dilakukan Kantor SAR Padang sejak Senin malam. Personel dikerahkan langsung ke wilayah Solok untuk melakukan operasi pencarian.
Kekuatan SAR kemudian diperkuat Unit Siaga SAR Kabupaten Tanah Datar yang tiba di lokasi pada Selasa dini hari.
Berdasarkan data sementara Kantor SAR Padang, banjir bandang tersebut tidak hanya menyebabkan dua warga hilang, tetapi juga menimbulkan korban luka dan mengharuskan puluhan warga dievakuasi.
Sebanyak empat orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 32 warga telah dievakuasi dari lokasi terdampak.
Bencana tersebut juga berdampak pada akses transportasi dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Material banjir berupa pasir, batu, dan lumpur menutup ruas jalan sehingga akses antardaerah terganggu.

Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan personelnya ke Solok untuk menangani bencana banjir bandang pada Senin (21/9) malam. ANTARA/HO-SAR Padang
Dampak banjir bandang turut dirasakan di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka. Sejumlah fasilitas pemerintahan dan rumah warga di kawasan tersebut terdampak material banjir.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan sejumlah gedung pemerintahan mengalami dampak cukup parah. Beberapa di antaranya ialah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang, serta kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Ia menyebut kondisi sejumlah kantor tersebut mengalami dampak lebih parah dibandingkan sejumlah instansi pemerintahan lainnya di kawasan tersebut.
Operasi pencarian terhadap Algusral dan Dafi masih dilakukan tim SAR dengan dukungan personel yang telah berada di lokasi terdampak banjir bandang.