Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Hasilkan 4 Kesepakatan

Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Foto: Antara

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Hasilkan 4 Kesepakatan

M Sholahadhin Azhar • 29 May 2026 14:59

Jakarta: Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Republik Prancis, Kamis, 28 Mei 2026. Kunjungan itu menghasilkan empat kesepakatan komersial baru.

“Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan,” ujar Teddy dikutip dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.

Teddy mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konkret dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keduanya bertemu di Istana Élysée, Paris.
 


Teddy menjelaskan kedua pemimpin negara juga menghadiri peluncuran France-Indonesia High Level Business Council atau Forum Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis. Pertemuan itu diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta MEDEF International.

Forum tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat.

Ia menyebut forum itu diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan bisnis dan investasi kedua negara serta mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya.

Pada kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat.

Teddy menambahkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo mendapat sambutan resmi dari pemerintah Prancis, termasuk upacara di Les Invalides, Paris, serta penyambutan oleh Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu.


Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Foto: Antara

Presiden Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan menuju Istana Elysee dengan pengawalan kehormatan yang terdiri atar 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris sebelum diterima langsung oleh Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron.

Menurut Teddy, rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung penuh kehormatan itu mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara.

"Kehormatan bagi Presiden adalah kehormatan bagi bangsa dan rakyat Indonesia," imbuhnya.

(M Sholahadhin Azhar)