Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha di Borobudur Direlokasi

Pemindahan Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur. Dokumentasi/InJourney

Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha di Borobudur Direlokasi

Ahmad Mustaqim • 28 May 2026 12:09

Magelang: Arca Unfinished Buddha yang berada di kawasan Candi Borobudur menjalani proses pemindahan menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) atau tahun 2026. Proses relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Arca yang belum rampung pengerjaannya tersebut dipindahkan ke Lapangan Kenari yang terletak di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di sisi Barat Daya candi. Arca itu kemudian ditempatkan di sela-sela dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menyampaikan pemindahan arca tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang diakui dunia. Selain itu, menurutnya, langkah ini sekaligus bertujuan untuk menghadirkan ruang spiritual yang lebih layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata kelola kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia," kata Esti di Magelang, Kamis, 28 Mei 2026.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia memiliki peranan penting bagi umat Buddha, sekaligus berfungsi sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang sarat akan nilai spiritual dan sakral bagi masyarakat setempat. Ia menyebut pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas ibadah dengan lebih khusyuk.
 


"Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal, kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai tujuan ziarah dan spiritual kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta budaya bagi masyarakat luas," kata Maya.

Prosesi pemindahan arca disertai dengan ritual adat dan doa bersama sebagai wujud penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, serta harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. Momen ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian warisan budaya dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun selama berabad-abad.


Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, ratusan umat Buddha melaksanakan prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Selain memberikan kenyamanan bagi umat Buddha saat melaksanakan ibadah, langkah ini juga memberi ruang yang lebih baik bagi para pengunjung.

"Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya alur kegiatan spiritual yang lebih teratur, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung," ujar Febrina.

(Whisnu M)