Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. Foto: Metrotvnews/Muhamad Iqbal Sidiq.
Efisiensi Anggaran, BGN Pastikan Tak Kurangi Nilai Manfaat MBG
Gabriella Thesa Widiari • 26 May 2026 11:48
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dengan mengubah pola distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi lima hari dalam sepekan. Namun, dipastikan nilai manfaat MBG tidak berkurang.
"Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Dengan pola baru tersebut, makanan tidak lagi diberikan saat siswa libur atau mengikuti kegiatan di luar sekolah," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Meski ada penyesuaian pola distribusi, BGN memastikan tidak ada pengurangan nominal manfaat makanan yang diterima peserta program. Nominalnya tetap Rp10 ribu per porsi di Pulau Jawa dan sekitarnya, serta menyesuaikan dengan tingkat kemahalan bahan pokok untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sony menjelaskan, skema “bundling” atau pemberian paket makanan untuk hari libur juga dihentikan. Berkaca dari sebelumnya, paket makanan untuk beberapa hari sekaligus diberikan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.
"Nah, sekarang sudah tidak lagi, ini adalah wujud dari kita menerapkan efisiensi anggaran," ujarnya.
Di tengah efisiensi anggaran, BGN menyatakan Program MBG tetap menjadi penggerak ekonomi daerah. Saat ini tercatat ada 27.757 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional dengan jumlah penerima manfaat mencapai 62,5 juta orang.
Total anggaran operasional MBG mencapai sekitar Rp942 miliar per hari. Dari jumlah itu, sekitar Rp128,9 miliar digunakan untuk honor sekitar 1,28 juta relawan dan pekerja SPPG.
(1).jpg)
Makan Bergizi Gratis. Foto: Antara.
Selain itu, sekitar Rp58,7 miliar dialokasikan untuk biaya operasional seperti pembelian air mineral, alat tulis kantor, alat pelindung diri, listrik, air, transportasi, dan kebutuhan kebersihan.
Anggaran terbesar lainnya mengalir ke rantai pasok bahan baku seperti pedagang beras, ikan, ayam, telur, sayur, buah, koperasi, UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pemasok lainnya di daerah.
BGN juga menjelaskan, sekitar Rp166,5 miliar per hari digunakan sebagai pengembalian investasi mitra yayasan yang membangun fasilitas SPPG dan menyediakan perlengkapan operasional.
"Ini bukan keuntungan, saat ini bukan keuntungan. Ini pengembalian investasi per hari yang diberikan sampai batas waktu tertentu," ucap Sony.