Pemberontak Houthi asal Yaman. (EPA)
Belasan Tentara Yaman Tewas dalam Bentrokan dengan Houthi di Dekat Hodeidah
Willy Haryono • 6 July 2026 07:01
Sanaa: Sebanyak 16 tentara Yaman tewas dan 22 lainnya terluka dalam bentrokan dengan kelompok pemberontak Houthi di dekat kota Hodeidah pada Minggu, 5 Juli 2026.
Dikutip dari CBS News, seorang perwira pasukan pemerintah menyebut insiden itu sebagai serangan Houthi paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan pertempuran dimulai pada Jumat malam ketika Houthi menyerang menggunakan penembak jitu, drone, dan mortir hingga sempat merebut sejumlah posisi pasukan pemerintah.
Pasukan pemerintah kemudian melancarkan serangan balasan dan berhasil merebut kembali wilayah tersebut pada Sabtu dini hari.
Seorang pejabat militer lainnya mengatakan kelompok Houthi juga mengalami korban jiwa dan luka-luka, namun tidak merinci jumlahnya.
Masih di hari yang sama, sebuah kapal kargo diserang kelompok bersenjata tak dikenal di Laut Merah, lepas pantai Yaman. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Houthi dan pasukan Yaman.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan kapal tersebut diserang sekitar 30 mil laut di barat daya Kota Hodeidah.
Menurut UKMTO, sebuah kapal kecil mendekati kapal kargo curah (bulk carrier) dan melepaskan tembakan. Petugas keamanan di atas kapal membalas tembakan sebelum kapal penyerang kembali menuju kapal induk yang berada sekitar dua mil laut dari lokasi dengan sistem identifikasi otomatis (AIS) dimatikan.
UKMTO menyatakan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat. Otoritas terkait masih menyelidiki insiden tersebut.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, Houthi sebelumnya telah mengancam akan kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah.
Ancaman Houthi
Selama perang di Gaza, Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran di sekitar Selat Bab al-Mandab. Serangan-serangan tersebut memaksa banyak perusahaan pelayaran mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan sebagai pengganti Terusan Suez.Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman telah berlangsung sejak 2015 dan menewaskan ratusan ribu orang serta memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 berhasil menurunkan intensitas pertempuran, situasi keamanan di Yaman kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.
Jumat lalu, Houthi mengancam akan menyerang bandara dan aset vital Arab Saudi setelah menuduh Riyadh berupaya menghalangi pendaratan pesawat sipil Iran di Bandara Internasional Sanaa.
Baca juga: Arab Saudi Peringatkan Houthi usai Ancaman Serangan ke Bandara