Ilustrasi. Foto: Freepik.
Siap-siap Investor, Emas Mulai Bangkit
Eko Nordiansyah • 27 April 2026 11:31
Jakarta: Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 27 April 2026 diperkirakan berpeluang menguat setelah sempat mengalami penurunan tajam di awal sesi. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, melihat adanya sinyal awal pembalikan arah yang bisa mendorong harga emas naik dalam jangka pendek.
Pada pembukaan pasar pagi, harga emas turun cukup dalam akibat gap down. Kondisi ini membuat harga langsung bergerak ke area support terdekat. Namun setelah mencapai level tersebut, tekanan jual mulai mereda dan harga tidak melanjutkan penurunan lebih jauh.
Sebaliknya, Geraldo mengatakan, harga mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dan membentuk titik terendah baru atau swing low di area support tersebut. Ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan, setelah sebelumnya didominasi oleh tekanan jual.
"Selain itu, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence, yaitu kondisi ketika harga masih turun tetapi indikator mulai naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda awal bahwa tren penurunan mulai melemah dan berpotensi berbalik arah," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 April 2026.
Melihat kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpeluang naik menuju level resistance terdekat di kisaran 4.733. Jika momentum kenaikan terus berlanjut, maka harga berpotensi menguat lebih jauh hingga ke level 4.767. Meski begitu, pergerakan naik ini tetap perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar.
"Kenaikan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berlangsung mulus, sehingga pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga di area resistance," ungkap dia.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)
Faktor penyokong kenaikan harga emas
Dari sisi fundamental, potensi kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan sementara dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung naik karena menjadi lebih murah bagi investor global. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan dorongan bagi emas."Ketika yield turun, minat terhadap emas biasanya meningkat karena selisih keuntungan dengan aset berbunga menjadi lebih kecil," katanya.
Faktor lain yang ikut mendukung adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Dalam kondisi pasar yang tidak pasti, investor biasanya mencari instrumen yang lebih aman seperti emas. Hal ini dapat membantu harga emas kembali naik setelah sebelumnya mengalami tekanan.
Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih cenderung tinggi dalam jangka menengah bisa menjadi faktor yang menahan kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, harga emas bisa kembali tertekan.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini memiliki peluang untuk rebound setelah penurunan di awal perdagangan. Geraldo menyebut, selama harga mampu bertahan di atas area support, peluang kenaikan menuju 4.733 hingga 4.767 masih terbuka.
"Pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau pergerakan harga dan perkembangan sentimen global. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, keputusan investasi perlu dilakukan secara hati-hati dan terukur," ujar Geraldo.