Perbaikan akses Jembatan Wae Dampek di ruas jalan Reo-Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Foto: dok Kementerian PU.
Kementerian PU Perbaiki Akses Jembatan Wae Dampek Pascagempa NTT
Andika Fauzan Azhari • 25 August 2026 16:29
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mempercepat penanganan akses Jembatan Wae Dampek di ruas jalan Reo-Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil guna memulihkan konektivitas dan mobilitas warga pascagempa bumi yang melanda kawasan tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan logistik dan mobilitas masyarakat tidak terputus.
"Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan," ujar Dody dalam keterangan resminya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Penanganan difokuskan pada dua titik utama, yaitu jalan menuju jembatan sepanjang 100 meter dan oprit jembatan sepanjang 45 meter. Pekerjaan meliputi pembongkaran aspal rusak, penimbunan material urpil untuk membentuk badan jalan, serta pemasangan cerucuk guna meningkatkan stabilitas konstruksi oprit.
Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, penimbunan di kedua lokasi tersebut telah rampung. Pemasangan cerucuk pada area oprit dilanjutkan pada Minggu, 23 Agustus 2026, untuk memastikan kekuatan badan jalan saat dilalui kendaraan.
(Penangangan titik longsor akibat gempa di NTT. Foto: dok Kementerian PU)
Siaga 24 jam
Mengantisipasi potensi gempa susulan dan ancaman tanah longsor, Kementerian PU melalui Ditjen Bina Marga menyiagakan tim secara penuh selama 24 jam untuk memantau kondisi infrastruktur di seluruh wilayah NTT.
Sejumlah titik jalan rusak lainnya juga telah ditangani, termasuk perbaikan retakan jalan pada ruas Junction-Wolowaru (KM 51+700) dan Danga-Nila-Marapokot (STA 5+050), penanganan box culvert (plat deukeur), serta pembersihan material longsor di ruas jalan Aegela-Batas Kota Ende (STA 4+300).
Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau serta menangani gangguan jaringan jalan di NTT agar aksesibilitas antarwilayah dan distribusi logistik pascabencana dapat berjalan optimal.