Pengembangan Tanamalia Berpotensi Perluas Peluang Usaha Masyarakat Lokal

Ilustrasi. Foto: dok istimewa.

Pengembangan Tanamalia Berpotensi Perluas Peluang Usaha Masyarakat Lokal

Ade Hapsari Lestarini • 20 August 2026 09:07

Luwu Timur: Pengembangan Blok Tanamalia di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dinilai berpotensi memperkuat ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha daerah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Baru Terbarukan Kadin Indonesia, Feiral Rizky Batubara, mengatakan manfaat ekonomi dari pengembangan Tanamalia perlu dirancang sejak awal dan tidak berhenti pada aktivitas utama pertambangan.

"Dari perspektif dunia usaha, investasi pertambangan memiliki efek berganda yang cukup besar. Yang perlu dipastikan adalah bagaimana manfaat tersebut masuk ke masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan UMKM, dan tumbuhnya usaha-usaha pendukung," kata Feiral saat dihubungi, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.

Potensi tersebut sejalan dengan struktur ekonomi Luwu Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Luwu Timur pada 2025 dengan nilai sekitar Rp13,29 triliun atau 51,27 persen dari total PDRB.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar Rp8,61 triliun.

Feiral menilai besarnya kontribusi sektor pertambangan menunjukkan pentingnya memperluas keterlibatan pelaku usaha daerah. Pemerintah, dunia usaha, dan perusahaan perlu membangun skema yang jelas sejak awal melalui pelatihan, pendampingan UMKM, hingga pembukaan akses ke rantai pasok.

"Pelaku usaha lokal perlu mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam rantai pasok, mulai dari penyediaan barang dan jasa, transportasi, katering, penginapan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya," ujar dia.

 
 

Ilustrasi pertambangan. Foto: dok Vale Indonesia.
 

Penguatan sumber daya manusia

 
Menurut Feiral, penguatan SDM juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi lokal. Pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dilakukan secara bertahap sejak masa eksplorasi hingga pengembangan proyek. Salah satu contoh pengembangan kapasitas tenaga kerja di wilayah Loeha Raya, Tanamalia, dapat menjadi referensi.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah, mengatakan penguatan keterampilan masyarakat perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum aktivitas pertambangan dikembangkan.

Di wilayah Loeha Raya, pendekatan tersebut mulai dijalankan melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat sekitar. Langkah ini ditujukan agar talenta lokal memiliki kesiapan lebih baik untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan industri.

Menurut Budiawansyah, kebutuhan industri tidak hanya berkaitan dengan tenaga kerja langsung, tetapi juga menciptakan peluang bagi berbagai usaha pendukung yang dapat melibatkan masyarakat setempat.
 
Sebagai gambaran, sebagian besar karyawan PT Vale di Luwu Timur berasal dari daerah setempat. Operasional perusahaan juga didukung tenaga kerja dari perusahaan mitra dan kontraktor lokal.
 
"Semakin siap kompetensi masyarakat lokal, semakin besar pula peluangnya untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di daerah," kata Budiawansyah.

(Ade Hapsari Lestarini)