Penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. (Anadolu Agency)
Iran Tegaskan Tetap Kuasai Selat Hormuz usai Perundingan dengan AS di Pakistan
Willy Haryono • 12 April 2026 19:20
Teheran: Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada “sepenuhnya dalam kendali” Teheran, menyusul berakhirnya perundingan dengan Amerika Serikat (AS) tanpa kesepakatan di Pakistan.
Dalam pernyataannya di platform X, Minggu, 12 April 2026, Velayati menyebut pendekatan diplomasi Iran berlandaskan pada satu prinsip utama, yakni melindungi kepentingan nasional.
“Hari ini Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan kami,” ujarnya, dilansir dari Anadolu Agency.
Ia menambahkan bahwa upaya diplomasi Iran akan terus difokuskan pada perlindungan kedaulatan serta kepentingan strategis negara.
Pernyataan ini muncul setelah putaran terbaru perundingan Iran–AS di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu meski telah melalui sejumlah diskusi dan pertukaran proposal.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan setelah negosiasi panjang.
“Kami tidak mencapai kesepakatan … itu kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Teheran menolak syarat yang diajukan Washington.
Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan perbedaan mendasar yang belum terselesaikan, meski sama-sama membuka peluang bagi kelanjutan upaya diplomasi.
Perundingan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan AS dan Israel, yang telah menewaskan lebih dari 3.300 orang sejak 28 Februari, sebelum tercapainya gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.
Sejak konflik berlangsung, Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia, yang berdampak pada stabilitas energi global.
Baca juga: Iran Sebut Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan Hal Wajar