Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: IRNA
Helikopter AS Jatuh, Iran Tegaskan Siaga Hadapi Pelanggaran Wilayah oleh Asing
Fajar Nugraha • 10 June 2026 06:35
Teheran: Iran belum mengonfirmasi atau membantah telah menembak jatuh helikopter tempur milik Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump pun menyebut bahwa Iran melakukannya dan mengizinkan serangan balasan proporsional. Tetapi sebagai tanggapan terhadap klaim Trump, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyerukan pasukan AS untuk menarik diri dari wilayah tersebut.
“Angkatan Bersenjata kami yang Perkasa selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara, darat, atau perairan Iran. Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu berisiko karena kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak,” ujar Araghchi.
Setelah serangan AS berlanjut, Araghchi memperingatkan bahwa Iran sedang merencanakan pembalasan, dan ia mengulangi seruannya agar pasukan AS pergi.
“Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami yang Perkasa tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan. Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman,” tulis Araghchi di media sosial.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah militer AS mengatakan bahwa mereka telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak Iran di Teluk pada hari Senin.
Izin serangan
Presiden Donald Trump telah mengizinkan serangan baru terhadap Iran, setelah ia menuduh negara itu menembak jatuh helikopter militer Amerika Serikat di atas Selat Hormuz.“Saya baru saja diberitahu oleh Militer Hebat kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” tulis Trump dalam unggahan media sosial pada hari Selasa.
“Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka. Namun demikian, Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini,” sebut Trump.
Dalam beberapa jam setelah unggahan Trump, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan telah melanjutkan serangan terhadap Iran, menyebutnya sebagai “serangan pertahanan diri”.
Ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Sirik di Iran selatan, serta di lokasi lain di sekitar Selat Hormuz. Militer AS mengkonfirmasi telah melancarkan serangan sekitar pukul 17.00 waktu AS bagian Timur.
“Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan,” kata CENTCOM, merujuk pada jatuhnya helikopter tersebut.
Serangan terbaru ini berisiko merusak gencatan senjata 8 April yang menghentikan sementara perang AS-Israel melawan Iran, meskipun perjanjian tersebut telah didorong ke ambang kehancuran oleh bentrokan berulang di seluruh wilayah tersebut.
CENTCOM sebelumnya mengatakan bahwa penyebab insiden tersebut sedang diselidiki.
“Para prajurit berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil,” pungkas CENTCOM.