Acara "Sea Turtle Journey: Tiny Flipper, Big Future" di Sea World Ancol. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Hari Penyu Sedunia, Sea World Ancol Edukasi Anak-Anak Lewat Tukik
Muhammad Iqbal Sidiq • 16 June 2026 16:42
Jakarta: Pada momen libur nasional Tahun Baru Islam, destinasi wisata Sea World Ancol menggelar rangkaian aktivitas edukasi ramah anak. Mengusung tema "Sea Turtle Journey: Tiny Flipper, Big Future", acara ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Penyu Sedunia.
"Kami dari tim konservasi Ancol melaksanakan kegiatan Sea Turtle Journey dalam rangka hari ini tepat peringatan Hari Penyu Sedunia," kata Kepala Bagian Edukasi dan Riset Konservasi Ancol, Andi Hakim, saat ditemui di lokasi, Selasa, 16 Juni 2026.
Andi menjelaskan bahwa acara ini dikemas menarik agar anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan. Rangkaian keseruan dimulai pada pukul 11.15 WIB melalui agenda Paint A Sea Turtle & Meet and Greet bersama karakter maskot penyu bernama Chello.
Memasuki pukul 13.15 WIB, fokus kegiatan bergeser ke area Sea Turtle Discovery Corner. Di lokasi ini, para pengunjung diberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi melindungi populasi penyu.
"Bagaimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat tentang salah satu hewan yang dilindungi ini yang populasinya terus menurun," ujar Andi.
Daya tarik utama bagi pengunjung cilik dalam acara ini adalah kesempatan untuk melihat langsung 30 ekor tukik penyu sisik. Puluhan bayi penyu tersebut merupakan hasil penyelamatan berkala yang berhasil menetas secara alami di kawasan konservasi Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu.

Kepala Bagian Edukasi dan Riset Konservasi Ancol, Andi Hakim. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Saat ini, tim medis dan konservasi Ancol terus memantau pertumbuhan satwa tersebut secara intensif. Di samping melihat satwa, anak-anak juga diajarkan mengenai tantangan berat yang dihadapi tukik untuk bertahan hidup di alam bebas.
Pihak manajemen berharap lewat langkah kecil dan keterlibatan aktif generasi muda dalam perayaan Hari Penyu Sedunia ini, ekosistem perairan Indonesia dapat tetap terjaga dengan baik di masa depan.
"Kita berharap, upaya konservasi tidak hanya dokumentasi,” kata Dokter Hewan Konservasi Ancol, Drh. Lusia Rachmawati.