Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS di Indonesia, Peter Haymond,
Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan, AS Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis dengan RI
Fajar Nugraha • 12 June 2026 01:07
Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Fokus utama kerja sama kedua negara ke depan akan diarahkan pada penguatan investasi, sektor teknologi, pengelolaan mineral kritis, hingga sektor keamanan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS di Indonesia, Peter Haymond, dalam konferensi pers "Independence Day 2026: 250 Years of American Independence" di Jakarta.
"Kita akan terus bekerja sama di bidang teknologi baru, mineral kritis, pembangunan lingkungan bisnis yang dapat mendorong investasi asing ke Indonesia, dan bidang keamanan," ujar Haymond pada Kamis, 11 Juni 2026.
AS, lanjut Haymond, mendukung penuh upaya Indonesia dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas komitmen perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan.
Antisipasi Kejahatan Siber dan AI
Haymond menjelaskan bahwa dinamika kerja sama keamanan saat ini tidak hanya terbatas pada isu tradisional seperti perlindungan perbatasan dan penegakan hukum maritim. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, tantangan baru pun bermunculan.Ia menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang memiliki potensi besar, namun rentan disalahgunakan untuk tindak kejahatan siber.
"Kami perlu bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya untuk melawan tantangan-tantangan keamanan baru tersebut, seperti perjudian daring (online) dan penipuan daring," kata Haymond.
Kolaborasi Sektor Pendidikan
Selain ekonomi dan keamanan, AS membidik penguatan kemitraan di sektor pendidikan. Washington berkomitmen membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk menempuh studi di Negeri Paman Sam.Penguatan di sektor pendidikan antara lain, perluasan program beasiswa dengan menambah kuota dan aksesibilitas bagi mahasiswa berprestasi.
Kemudian meningkatkan program pertukaran pelajar dan dosen antar-universitas kedua negara. Diikuti dengan pemanfaatan teknologi digital dan metode pembelajaran daring (online learning).
Kolaborasi kurikulum untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global juga sangat potensial dikembangkan.
"Kedua negara kita sangat peduli pada generasi muda sebagai masa depan negara kita," imbuhnya.
Transisi Kepemimpinan di Kedubes AS
Berdasarkan catatan perjalanan dinasnya ke berbagai wilayah nusantara sepanjang tahun lalu, Haymond optimistis hubungan Indonesia-AS merupakan salah satu kemitraan paling krusial di kawasan Asia-Pasifik.Acara perayaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintah RI, korps diplomatik, serta perwakilan negara-negara sahabat.
Momentum ini sekaligus menandai masa transisi kepemimpinan di perwakilan diplomatik AS di Jakarta. Duta Besar Peter M. Haymond, yang telah mengemban tugas selama satu tahun sebagai Kuasa Usaha ad interim, akan resmi mengakhiri masa tugasnya pada 30 Juni 2026.
Posisi Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta akan dijabat oleh Joy M. Sakurai.