Harga Emas Bergejolak akibat Berita Geopolitik: Panduan Lengkap Trading di Pasar yang Sensitif

Ada sejumlah panduan yang wajib diketahui untuk bisa melakukan trading di tengah pasar yang sedang sensitif. (Foto: Dok.)

Harga Emas Bergejolak akibat Berita Geopolitik: Panduan Lengkap Trading di Pasar yang Sensitif

Patrick Pinaria • 23 January 2026 16:33

Jakarta: Bagi investor logam mulia, awal tahun 2026 menyajikan pemandangan yang kontradiktif. Di satu sisi, grafik harga emas terlihat sangat indah secara teknikal, terus mendaki menembus level psikologis baru hingga menyentuh kisaran Rp81 juta per troy ounce. Namun, di sisi lain, pengalaman memegang aset ini terasa seperti menaiki rollercoaster tanpa sabuk pengaman.

Kita telah resmi meninggalkan fase akumulasi yang tenang dan memasuki fase yang oleh para pedagang institusional disebut sebagai "Headline-Driven Market" (Pasar yang Digerakkan oleh Berita). Dalam fase ini, indikator fundamental ekonomi makro, seperti data inflasi atau PDB, sering kali kalah cepat dan kalah kuat pengaruhnya dibandingkan satu cuitan pejabat negara atau satu bocoran berita mengenai negosiasi diplomatik.

Contoh paling nyata adalah drama tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang melibatkan isu Greenland dan NATO. Pasar yang di pagi hari optimis karena rumor "Gencatan Senjata", bisa berubah panik di sore hari karena satu pernyataan yang menyanggahnya. Volatilitas ini menciptakan peluang keuntungan yang masif, namun juga risiko kerugian yang sama besarnya bagi mereka yang tidak siap.

Artikel ini akan membedah secara mendalam strategi taktis untuk bertahan, dan mengambil keuntungan, di pasar emas yang "bipolar" ini menggunakan ekosistem aplikasi Pluang.
 

Memahami risiko 'Whipsaw' geopolitik

Mengapa pasar begitu sensitif? Karena ketidakpastian saat ini bersifat biner namun penuh prasyarat ("Ifs").

Kenaikan harga emas ke rekor tertingginya didorong oleh ketakutan bahwa tatanan perdagangan global akan runtuh akibat tarif 25% dari AS. Namun, wacana terbaru mengenai penundaan tarif pasca-pertemuan Trump dan Sekjen NATO, Mark Rutte, memunculkan harapan palsu.

Inilah bahayanya: Pasar benci ketidakpastian.
  • Jika berita "Damai" keluar, algoritma trading akan membuang emas, menyebabkan harga jatuh tajam (Dip).
  • Namun, jika sejam kemudian detail negosiasi terbukti alot, harga akan memantul balik ke atas dengan kecepatan tinggi (Rip).


Gerakan naik-turun ekstrem dalam tempo singkat inilah yang disebut Whipsaw. Investor yang menggunakan instrumen lambat akan terlindas; mereka menjual di harga rendah saat panik, dan gagal membeli kembali saat harga terbang.
 

Masalah klasik: jam operasional bursa

Tantangan terbesar bagi investor ritel Indonesia dalam menghadapi gejolak global adalah Jam Operasional Pasar.

Berita geopolitik tidak mengenal jam kantor. Cuitan presiden atau rilis pers NATO sering kali keluar di tengah malam Waktu Indonesia Barat (WIB) atau bahkan di akhir pekan.
  • Skenario Mimpi Buruk: Bayangkan di hari Sabtu malam, negosiasi tarif dinyatakan gagal total. Emas global di pasar elektronik melonjak 5%.
  • Kendala: Jika portofolio Anda 100% di Emas Fisik atau Emas Digital konvensional, Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Pasar komoditas lokal tutup. Toko emas tutup. Anda terpaksa menunggu hari Senin pagi, di mana harga mungkin sudah berubah lagi (terkena Gap Up atau Gap Down).

Keterbatasan akses ini adalah alasan utama mengapa investor ritel sering kali menjadi pihak terakhir yang merespons berita, dipaksa menerima harga yang sudah tidak menguntungkan.
 

Solusi agilitas 24/7 dengan emas crypto

Untuk menandingi kecepatan berita global, Anda membutuhkan kendaraan investasi yang tidak pernah tidur. Di dalam ekosistem Pluang, solusi ini hadir dalam bentuk Emas Crypto atau Real World Assets (RWA).

Instrumen seperti PAXG (Pax Gold) dan XAUT (Tether Gold) adalah tokenisasi emas fisik yang diperdagangkan di atas infrastruktur blockchain.
 

Keunggulan strategis di Pasar Volatil:

  1. Spot Trading Tanpa Henti: Pasar aset crypto beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Tidak ada libur bursa.
  2. Respons Real-Time: Jika berita besar keluar di jam 3 pagi, Anda bisa membuka aplikasi Pluang dan mengeksekusi order detik itu juga. Entah itu menjual untuk mengamankan profit (Taking Profit) sebelum pasar jatuh, atau membeli untuk menangkap harga murah (Buy the Dip).
  3. Arbitrase Informasi: Kemampuan untuk bertransaksi saat pasar konvensional tutup memberi Anda keunggulan arbitrase informasi. Anda bisa bereaksi terhadap berita sebelum pasar lokal buka di hari Senin.
 


Strategi teknis menggunakan 'Screeners'

Dalam pasar yang panik, harga sering kali bergerak tidak rasional (Overshoot). Bagaimana membedakan antara perubahan tren yang asli dengan reaksi panik sesaat?

Gunakan fitur Screeners di Pluang sebagai kompas navigasi Anda.
  • Fokus Indikator: RSI (Relative Strength Index) pada timeframe 1 Jam (H1) atau 4 Jam (H4).
  • Strategi "Buy the Fear": Jika berita "Tarif Batal" keluar dan harga emas jatuh drastis hingga RSI menyentuh angka di bawah 30 (Oversold), sejarah menunjukkan ini sering kali merupakan reaksi berlebihan. Fundamental utang AS dan inflasi tidak hilang dalam semalam. Ini adalah peluang emas untuk masuk menggunakan Emas Crypto.
  • Strategi "Sell the Greed": Sebaliknya, jika ketakutan perang dagang memuncak dan harga terbang vertikal hingga RSI di atas 80 (Overbought), jangan FOMO. Pasar sudah terlalu panas. Pertimbangkan untuk melepas sebagian posisi Emas Crypto Anda untuk mengamankan cash.
 

Manajemen likuiditas dengan USD Yield

Di tengah badai berita, terkadang posisi terbaik adalah tidak memiliki posisi (Cash is a Position). Namun, memegang Rupiah di saat Dolar menguat juga berisiko.

Integrasikan fitur USD Yield dalam strategi trading berita Anda:
  • Saat pasar terlalu membingungkan (arah tidak jelas), jual posisi aset berisiko Anda.
  • Parkir dananya di saldo USD Pluang.
  • Keuntungan Ganda: Anda terlindungi dari fluktuasi harga emas, sekaligus mendapatkan imbal hasil (~3,38% p.a.) dalam mata uang Dolar AS yang cenderung menguat saat krisis geopolitik terjadi.
  • Kesiapan: Dana di USD Yield ini adalah "Amunisi Kering" (Dry Powder) yang siap ditembakkan kembali ke pasar Emas Crypto begitu sinyal dari Screeners terkonfirmasi.
 

Evolusi portofolio: sinergi pertahanan dan kecepatan eksekusi

Di era ketidakpastian geopolitik tahun 2026, memegang emas adalah keputusan yang tepat secara fundamental. Namun, cara Anda memegangnya akan menentukan profitabilitas Anda.

Jangan biarkan aset Anda terkunci oleh jam kerja bursa tradisional saat berita dunia bergerak 24 jam. Adopsi pendekatan hibrida:
  1. Gunakan Emas Digital untuk "Benteng Pertahanan" (simpanan jangka panjang yang tidak disentuh).
  2. Gunakan Emas Crypto (PAXG/XAUT) sebagai "Pasukan Khusus" yang lincah bermanuver menghadapi setiap headline berita terbaru.

Dengan strategi ini di Pluang, Anda tidak lagi menjadi korban volatilitas, melainkan penunggang gelombang volatilitas tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)