Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Probolinggo

Sekda Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief meninjau banjir bandang yang menerjang Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Rabu (21/1) malam. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Probolinggo

Lukman Diah Sari • 22 January 2026 10:54

Probolinggo: Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah hulu dan hilir. Waslhasil beberapa sungai meluap dan merendam permukiman warga pada Rabu malam, 21 Januari 2026.

Sejumlah wilayah terdampak banjir antara lain Dusun Sumberbanger di Desa Opo-opo dan Dusun Krajan II di Desa Jatiurip yang berada di Kecamatan Krejengan, kemudian Dusun Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan serta Dusun Poreng di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar.

"Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dalam keterangannya di kabupaten setempat, Kamis, 22 Janauri 2026, melansir Antara.

Dia mengungkap aktivitas masyarakat di Dusun Sumberbanger Desa Opo-opo, dan Dusun Krajan II di Desa Jatiurip sempat lumpuh akibat genangan dan derasnya arus. Pasalnya dusun-dusun tersebut berada dekat dengan aliran sungai.

"Sementara di Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti, ketinggian air bervariasi mulai setinggi betis hingga paha orang dewasa," ungkap dia.

Sekda Ugas Irwanto didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Forkopimka setempat, langsung turun ke lokasi terdampak pada Rabu malam, 21 Januari 2026

Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M

Pihaknya bersama tim dari OPD, terutama BPBD, mengecek langsung ke lokasi dampak genangan air yang cukup tinggi. Dari hasil pengecekan lapangan, ada beberapa kendala dan titik-titik yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

"Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, saya menegaskan pentingnya menjaga fungsi sungai. Bahu sungai seharusnya memiliki ruang yang memadai dan tidak diperkenankan terdapat bangunan maupun hambatan lain yang dapat menghalangi aliran air, terutama saat musim hujan," jelas dia.

Selain itu terdapat beberapa titik sungai yang mengalami pendangkalan dan segera dilakukan normalisasi. Sekda Ugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Tim tanggap bencana yang terdiri dari BPBD, OPD terkait, dan Forkopimka, terus melakukan pemantauan kondisi lapangan, pendataan kerusakan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)