Keluarga Sebut Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif, Rekam Ribuan Langkah

Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Foto: Dok. Istimewa.

Keluarga Sebut Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif, Rekam Ribuan Langkah

Putri Purnama Sari • 19 January 2026 18:06

Jakarta: Keluarga kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, mengungkapkan bahwa smartwatch milik Farhan masih aktif setelah pesawat mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tidak hanya aktif, perangkat tersebut bahkan masih merekam aktivitas pergerakan langkah kaki yang diduga berasal dari Farhan. Informasi ini disampaikan oleh perwakilan keluarga, setelah ia memeriksa ponsel milik Farhan yang telah ditemukan oleh tim SAR di area hutan Gunung Bulusaraung.

Temuan tersebut dinilai memiliki arti penting karena berpotensi menjadi petunjuk tambahan dalam proses pencarian dan investigasi yang masih berlangsung.

Berdasarkan data notifikasi pada ponsel, tercatat adanya pergerakan sebanyak 9.000 langkah pada Minggu, 18 Januari 2026 pukul 06.00 WITA. Jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.


Dok: tangkapan layar Instagram @infodaengbecak

“HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada, saya lupa jamnya berapa aja, intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah, dan ini hari ketiganya di hutan,” kata perwakilan keluarga Farhan, yang dikutip dari Instagram @infodaengbecak, Senin, 19 Januari 2026.

Melalui rekaman video yang sama, keluarga Farhan meminta pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan bantuan tambahan dalam proses pencarian.

"Jadi tolong kepada bapak Prabowo, atau siapapun menteri menteri di sana yang bisa kasih bantuan, tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak. Saya mohon sekali, tolong selamatkan Farhan karena dia sudah memberikan tanda-tanda, HP nya masih terhubung dan ada pergerakan langkah kakinya," lanjutnya.

 

Pihak keluarga berharap data aktivitas fisik yang terekam tersebut dapat dijadikan acuan bagi tim penyelamat untuk membantu melacak keberadaan Farhan. Menurutnya, peningkatan jumlah langkah menunjukkan adanya aktivitas dari pengguna perangkat tersebut.

Sementara itu, hingga saat ini pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan terkait insiden pesawat ATR 42-500 tersebut. Otoritas terkait juga belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan pemanfaatan data smartwatch dalam proses analisis.

Keluarga pun menyatakan akan terus menunggu hasil penyelidikan dan berharap seluruh proses investigasi dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)