Menang Lelang Gedung Kantor Polisi, Komunitas Muslim Indonesia Bangun Gedung Dakwah di Australia

Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) secara resmi mengumumkan siap membangun pusat dakwah di Australia. Foto: IMCV

Menang Lelang Gedung Kantor Polisi, Komunitas Muslim Indonesia Bangun Gedung Dakwah di Australia

Fajar Nugraha • 21 January 2026 09:41

Jakarta: Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) secara resmi mengumumkan keberhasilan memenangkan lelang pembelian gedung eks kantor polisi Laverton di Melbourne, Australia, yang akan dikembangkan menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan umat.

Langkah strategis ini merupakan pengembangan dari proyek wakaf Masjid Baitul Makmur. Saat ini, IMCV telah berhasil mengamankan dua properti berupa lahan dan bangunan di 43 dan 45 Woods Street, Laverton, sehingga total area pengembangan Islamic Centre kini mencapai 1.800 meter persegi. Gedung eks kantor polisi yang berjarak 150 meter dari lokasi masjid tersebut direncanakan menjadi Dakwah & Empowerment Centre, sebuah pusat kegiatan pendidikan dan penguatan komunitas muslim yang sepenuhnya dibiayai melalui dana wakaf masyarakat.

Presiden IMCV, Andri Nursafitri, menjelaskan bahwa ekspansi ini menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah jemaah dan aktivitas pembinaan bagi mualaf, anak-anak, hingga lansia di Melbourne. Saat ini, kapasitas masjid yang ada tidak lagi mencukupi untuk melayani kebutuhan umat yang terus tumbuh pesat di tengah kondisi minoritas.

Namun, di balik keberhasilan memenangkan lelang tersebut, IMCV kini dihadapkan pada tantangan pelunasan dana. Dari total kebutuhan dana sebesar Rp 28 miliar untuk akuisisi gedung eks kantor polisi tersebut, dana wakaf yang terkumpul hingga saat ini adalah sebesar Rp14 miliar. IMCV memiliki batas waktu pelunasan hingga akhir Maret 2026.

“Apabila pelunasan tidak dapat diselesaikan hingga tenggat waktu tersebut, maka uang muka senilai Rp2,8 miliar yang telah disetorkan berpotensi hangus. Hal ini tentu akan menghilangkan peluang strategis bagi kita untuk memperluas dakwah Islam di lokasi yang sangat prestisius di Melbourne,” ujar Andri dalam konferensi pers yang dikutip dari keterangan IMCV, Rabu 21 Januari 2026.

Guna menjawab tantangan tersebut, IMCV telah menjalin sinergi dengan Cinta Quran Foundation sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam memperluas syiar dakwah dan penguatan wakaf internasional. Kemitraan ini bertujuan memfasilitasi partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyalurkan sedekah dan wakaf untuk proyek pembangunan di Melbourne.

Boby Kurniawan, Fundraising Director Cinta Quran Foundation, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari hubungan erat yang telah dibangun sejak dua tahun lalu melalui inisiasi Prof. Syafii Antonio kepada Ustadz Fatih Karim selaku Founder dan Dewan Pembina Yayasan Cinta Quran Global. Berbekal rekam jejak keberhasilan dalam mendukung proyek wakaf di berbagai negara seperti Jepang dan Kanada, Cinta Quran Foundation berkomitmen penuh mendukung perjuangan IMCV di Australia.

“Kami bersyukur telah didukung oleh banyak pihak, baik donatur maupun figur publik, untuk menyukseskan visi besar ini. Kami berperan sebagai penghubung bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengambil bagian dalam amal jariyah internasional ini,” kata Boby.

Tidak hanya Cinta Quran Foundation ajakan kebaikan ini juga turut didukung oleh para ulama dan juga influencer Indonesia. Diantaranya KH. Abdullah Gymnastiar dan Paula Verhoeven yang sudah melihat langsung lahan wakaf IMCV.

“Coba bayangkan ini kantor polisi dibeli oleh komunitas Indonesia untuk dijadikan gedung dakwah. Ini sebuah sejarah baru. Tim IMCV sesungguhnya sedang menawarkan ladang amal buat kita. Jadi siapapun yang memiliki potensi harusnya bisa membantu,” ungkap KH Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aagym. 

Senada dengan hal tersebut Paula Verhoeven turut berbahagia saat terlibat dalam project kebaikan ini.

“Saya sudah lama ingin bangun masjid, Alhamdulillah diajak ustadz Fatih Karim beliau menawarkan untuk membantu saudara muslim di Melbourne untuk memiliki tempat ibadah yang bagus seperti halnya kita di Indonesia,” ujar Paula. 

Seluruh keputusan strategis terkait pengelolaan dana dijalankan secara transparan dan akuntabel di bawah kewenangan IMCV. Kemitraan ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat kontribusi pada peradaban global melalui pengembangan instrumen wakaf di kancah dunia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)