Trump Ancam Tarif 200 Persen Jika Macron Tak Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Anadolu Agency)

Trump Ancam Tarif 200 Persen Jika Macron Tak Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Muhammad Reyhansyah • 20 January 2026 16:06

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor ratusan persen terhadap produk Prancis apabila Presiden Emmanuel Macron benar-benar menolak undangan Washington untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, badan yang diinisiasi AS untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers usai menghadiri ajang olahraga perguruan tinggi di Miami, Florida, Senin, Trump awalnya meragukan laporan bahwa Macron menolak bergabung.

“Apakah benar dia mengatakan itu?” ujar Trump menanggapi pertanyaan wartawan.

Namun, Trump kemudian melontarkan pernyataan bernada meremehkan. “Tidak ada yang benar-benar menginginkan dirinya juga, karena ia akan mengakhiri masa jabatannya dalam waktu dekat,” ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

Trump lantas mengancam akan menaikkan tekanan ekonomi jika laporan itu terbukti benar. Ia menyebut kemungkinan pengenaan tarif hingga 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis, seraya mengatakan langkah tersebut dapat membuat Macron “bergabung."

Meski demikian, Trump menambahkan bahwa Macron “tidak harus bergabung” dengan Board of Peace tersebut.

Sementara itu, stasiun televisi Prancis BFM TV melaporkan, mengutip sumber-sumber internal, bahwa Macron memang berencana menolak tawaran Trump. Presiden Prancis disebut khawatir Dewan Perdamaian Gaza akan meluas ke isu-isu lain di luar Gaza dan berpotensi merongrong peran serta struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelumnya, Gedung Putih telah mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza untuk menjalankan 20 poin rencana Trump guna mengakhiri perang Israel di Gaza secara permanen dan membangun kembali wilayah tersebut.

Dewan ini diklaim akan memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional, serta memastikan akuntabilitas selama masa transisi dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan.

Selain itu, Amerika Serikat juga membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, Dewan Eksekutif pendiri, serta Dewan Eksekutif Gaza untuk mendukung pelaksanaan kerangka transisi. Trump dilaporkan telah mengundang sejumlah kepala negara dan pemerintahan lain untuk bergabung, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga:  Prancis Enggan Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)