Samsung Galaxy S26 Ultra menghadirkan fitur AI Eraser untuk menghapus objek pada foto secara otomatis. (Foto: Dok. Samsung)
Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Seberapa Canggih AI Portrait Retouching untuk Edit Foto?
Patrick Pinaria • 23 July 2026 10:00
Jakarta: Persaingan smartphone flagship kini tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya resolusi kamera atau performa chipset. Seiring berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), produsen mulai berfokus menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih praktis melalui bantuan perangkat lunak.
Samsung mengadopsi pendekatan tersebut pada Samsung Galaxy S26 Ultra, model tertinggi dalam lini Samsung Galaxy Series. Selain membawa kamera utama 200 MP, perangkat ini mengintegrasikan Galaxy AI ke dalam proses pengambilan hingga penyuntingan foto melalui sejumlah fitur seperti Portrait Studio, Photo Assist, Simulated Aperture, dan AI Eraser.
Artikel ini mengevaluasi kemampuan fitur-fitur tersebut berdasarkan dokumentasi resmi Samsung Indonesia, Samsung Newsroom, halaman produk Samsung Galaxy S26 Series, serta demonstrasi resmi yang dipublikasikan Samsung. Sebagai pembanding, artikel ini juga mengacu pada dokumentasi resmi Google Pixel AI dan Xiaomi HyperAI untuk melihat bagaimana pendekatan Galaxy AI diposisikan di antara kompetitornya.
Apa Perbedaan Spesifikasi Kamera Samsung Galaxy S26 vs Samsung Galaxy S26 Ultra?
Sebelum membahas kemampuan AI Portrait Retouching, berikut perbedaan konfigurasi kamera antara Samsung Galaxy S26 dan Samsung Galaxy S26 Ultra.| Spesifikasi Kamera | Samsung Galaxy S26 | Samsung Galaxy S26 Ultra |
| Kamera utama | 50 MP | 200 MP |
| Ultra-wide | 12 MP | 50 MP |
| Telephoto | 10 MP (3x) | 10 MP (3x) + 50 MP (5x) |
| Kamera depan | 12 MP | 12 MP |
| Fitur unggulan | ProVisual Engine | ProVisual Engine, Simulated Aperture, Space Zoom, Horizontal Lock |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa model Ultra memang diposisikan sebagai perangkat dengan kemampuan fotografi paling lengkap dalam keluarga Samsung Galaxy Series, khususnya untuk mendukung fitur-fitur berbasis Galaxy AI.
Bagaimana Kinerja Fitur AI Portrait Retouching di S26 Ultra?
Samsung menjadikan AI Portrait Retouching sebagai salah satu fokus utama pada Galaxy S26 Ultra. Berbeda dengan pendekatan yang hanya mengandalkan proses penyuntingan setelah foto diambil, Galaxy AI bekerja sejak proses pengambilan gambar hingga tahap akhir editing sehingga menghasilkan alur kerja yang lebih terintegrasi. Berikut adalah detail kinerja dari empat fitur AI pilar pendukungnya:1. Portrait Studio
Portrait Studio memungkinkan pengguna mengubah foto portrait ke berbagai gaya visual melalui Generative Portrait. Berdasarkan demonstrasi resmi Samsung, proses generasi gambar berlangsung sekitar 10 detik dengan tetap mempertahankan karakter wajah, ekspresi, dan proporsi subjek. Pendekatan ini membuat hasil transformasi terlihat lebih natural dibanding sekadar menerapkan filter digital.Samsung juga menekankan bahwa Galaxy AI tetap mempertahankan proporsi wajah dan detail penting sehingga hasil akhirnya tidak terlihat berlebihan. Bagi pengguna yang gemar membuat konten di media sosial, fitur ini memberikan alternatif untuk menghasilkan tampilan portrait yang lebih kreatif tanpa harus menggunakan aplikasi desain tambahan.
2. Photo Assist
Photo Assist menjadi salah satu fitur yang paling menarik karena menyederhanakan proses editing langsung dari galeri. Pengguna dapat menghapus objek, memindahkan elemen, mengubah ukuran objek, hingga memperbaiki komposisi menggunakan bantuan Galaxy AI. Sistem kemudian menganalisis tekstur, pencahayaan, dan perspektif agar hasil edit tetap menyatu dengan foto asli tanpa memerlukan aplikasi pihak ketiga.Dalam demonstrasi resmi Samsung, Photo Assist menjadi salah satu fitur yang paling menonjol karena mampu mengurangi kebutuhan berpindah ke aplikasi editing lain. Seluruh proses dilakukan dalam satu alur yang terintegrasi di dalam perangkat.
3. Simulated Aperture
Khusus pada Samsung Galaxy S26 Ultra, Samsung menghadirkan Simulated Aperture untuk menghasilkan efek kedalaman bidang (depth of field) yang lebih natural. Fitur ini didukung kamera utama 200 MP dengan aperture f/1.4 serta ProVisual Engine yang bekerja bersama Galaxy AI.Samsung menyebut peningkatan aperture tersebut membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya sehingga mendukung hasil portrait, terutama pada kondisi pencahayaan yang menantang. Pendekatan ini membuat transisi antara subjek dan latar belakang terlihat lebih halus, sekaligus memperkuat karakter portrait tanpa harus melakukan penyuntingan secara berlebihan.
4. AI Eraser
AI Eraser tidak hanya menghapus objek yang mengganggu, tetapi juga merekonstruksi area di belakang objek tersebut menggunakan analisis tekstur, warna, dan pencahayaan di sekitarnya. Berdasarkan demonstrasi resmi Samsung, pendekatan ini menghasilkan proses penghapusan objek yang terlihat lebih alami dibanding metode konvensional.Apa yang Membuat Pendekatan Samsung Berbeda?
Jika keempat fitur tersebut dilihat sebagai satu kesatuan, Samsung Galaxy S26 Ultra menawarkan alur fotografi yang lebih terintegrasi dibanding sekadar menghadirkan fitur AI secara terpisah.Pengguna dapat mengambil foto menggunakan kamera utama 200 MP, mengubah gaya portrait melalui Portrait Studio, memperbaiki komposisi menggunakan Photo Assist, mengatur efek bokeh melalui Simulated Aperture, lalu menyempurnakan hasil akhir menggunakan AI Eraser.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Galaxy AI tidak hanya berfungsi sebagai alat penyuntingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses fotografi sejak awal hingga foto siap dibagikan.
Penilaian Sementara
Berdasarkan dokumentasi dan demonstrasi resmi Samsung, AI Portrait Retouching pada Galaxy S26 Ultra menunjukkan peningkatan yang tidak hanya berfokus pada kualitas hasil akhir, tetapi juga pada kemudahan penggunaan. Integrasi empat fitur utama ke dalam satu alur editing menjadi nilai tambah yang membedakan pengalaman pengguna dibanding proses penyuntingan yang mengandalkan beberapa aplikasi terpisah.Dibanding Google Pixel dan Xiaomi, Apa yang Ditawarkan Samsung?
Persaingan smartphone berbasis AI semakin ketat. Google melalui lini Pixel mengandalkan fitur seperti Magic Editor, Best Take, dan Video Boost untuk meningkatkan hasil fotografi komputasional. Sementara itu, Xiaomi mengembangkan Xiaomi HyperAI dengan fitur seperti AI Erase Pro, AI Image Expansion, dan AI Reflection Removal yang berfokus pada penyuntingan gambar dan produktivitas.Samsung mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Alih-alih menghadirkan fitur AI yang berdiri sendiri, Samsung Galaxy S26 Ultra mengintegrasikan Galaxy AI ke dalam seluruh alur fotografi portrait, mulai dari proses pengambilan gambar, penyuntingan, hingga penyempurnaan hasil akhir. Integrasi Portrait Studio, Photo Assist, Simulated Aperture, dan AI Eraser menjadi pembeda utama yang ditawarkan Samsung pada lini Samsung Galaxy Series.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman menggunakan AI terasa lebih menyatu dalam satu ekosistem dibanding hanya menambahkan fitur editing sebagai pelengkap kamera.
Kelebihan dan Kekurangan
| Kelebihan | Catatan |
| Integrasi AI Portrait Retouching terasa lengkap dalam satu alur kerja. | Beberapa fitur unggulan hanya tersedia pada Galaxy S26 Ultra. |
| Kamera utama 200 MP dan ProVisual Engine mendukung kualitas portrait. | Pengalaman fitur AI tertentu dapat bergantung pada pembaruan perangkat lunak dan ketersediaan layanan. |
| Photo Assist dan AI Eraser mengurangi kebutuhan aplikasi editing tambahan. | Harga berada di segmen flagship premium. |
| Galaxy AI terintegrasi dengan One UI sehingga pengalaman penggunaan lebih praktis. | Pengguna baru memerlukan waktu untuk mengenal seluruh fitur AI yang tersedia. |
Verdict
Berdasarkan dokumentasi resmi Samsung dan demonstrasi fitur yang dipublikasikan perusahaan, Samsung Galaxy S26 Ultra menunjukkan arah baru pengembangan smartphone flagship yang semakin mengandalkan integrasi antara perangkat keras dan kecerdasan buatan.Alih-alih hanya meningkatkan resolusi kamera, Samsung memanfaatkan Galaxy AI untuk menyederhanakan proses fotografi portrait melalui Portrait Studio, Photo Assist, Simulated Aperture, dan AI Eraser. Pendekatan tersebut membuat pengalaman mengambil sekaligus menyunting foto terasa lebih praktis dalam satu perangkat.
Bagi pengguna yang menjadikan fotografi portrait sebagai salah satu kebutuhan utama, kombinasi kamera 200 MP, ProVisual Engine, dan Galaxy AI menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi Samsung Galaxy S26 Ultra sebagai model flagship terlengkap dalam keluarga Samsung Galaxy Series saat ini.
Metodologi
Artikel ini disusun berdasarkan dokumentasi resmi Samsung Indonesia, Samsung Newsroom, halaman produk Samsung Galaxy S26 Series, serta materi demonstrasi resmi Samsung. Perbandingan dengan kompetitor mengacu pada dokumentasi resmi Google Pixel AI dan Xiaomi HyperAI.Sumber
Samsung IndonesiaSamsung Newsroom
Samsung Galaxy S26 Series Product Page
Google Pixel AI
Xiaomi HyperAI