Founder Cakue Ceuenox, dok: Metro TV
Bangkit dari Duka, Apriani Lanjutkan Cakue Isi Ceuenox hingga Raih Investasi di JJN Season 5
Putri Purnama Sari • 20 July 2026 14:55
Jakarta: Perjalanan mengharukan ditunjukkan Apriani, pemilik Cakue Isi Ceuenox asal Kota Bandung, saat tampil di Juragan Jaman Now Season 5. Di tengah duka karena kehilangan suami dan anak dalam waktu yang berdekatan, ia memilih bangkit untuk meneruskan usaha yang telah dirintis sang suami sejak 2014.
Kini, Cakue Isi Ceuenox berkembang menjadi salah satu UMKM kuliner yang mampu memproduksi sekitar 30.000 potong cakue setiap bulan dengan berbagai pilihan isian.
Cakue Isi Ceuenox lahir dari usaha bakso tahu yang dirintis pada 2014. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang melalui inovasi menghadirkan cakue dengan beragam isian, seperti ayam, udang, keju, sosis, cabai rawit hingga bakso.
Saat ini, produk Cakue Isi Ceuenox dapat dibeli secara langsung di dua lokasi di Kota Bandung, yakni kawasan Jalan Pasteur dan Antapani. Selain melayani penjualan retail, usaha ini juga membuka peluang kerja sama business to business (B2B).
Bangkit Setelah Kehilangan Suami
Dalam presentasinya, Apriani menceritakan bahwa sebenarnya usaha tersebut merupakan hasil jerih payah sang suami. Namun, takdir berkata lain. Sebulan sebelum tampil di Juragan Jaman Now, suaminya meninggal dunia.
"Sebenarnya Cakue Isi Ceuenox itu adalah rintisannya suami saya. Qadarullah memang Allah sayang banget sama saya, jadi bulan lalu suami saya meninggal. Padahal belum satu tahun pun anak saya juga sudah diambil sama Allah," ujar Apriani, dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5, yang dikutip Senin, 20 Juli 2026.
Kehilangan dua orang tercinta membuatnya sempat terpuruk. Namun, kabar lolos sebagai peserta Juragan Jaman Now menjadi titik balik untuk kembali bersemangat.
"Saya terpuruk, terus saya saat ini bangkit karena ikut Juragan Jaman Now. Tiba-tiba saya dapat kabar kalau saya lolos, itu bikin saya bangkit dari keterpurukan karena saya ingin meneruskan usaha suami saya yang sudah dirintis dari 2014," katanya.
Omzet Terbesar Berasal dari Cabang Pasteur
Apriani menjelaskan, Cakue Isi Ceuenox dijual dengan harga Rp20 ribu untuk varian original dan Rp25 ribu untuk varian mix. Dalam satu paket, pembeli mendapatkan lima buah cakue lengkap dengan saus asam manis.
Sementara itu, harga pokok produksi (HPP) berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.500 per paket. Ia juga memaparkan sumber pendapatan terbesar usahanya sepanjang 2025 berasal dari cabang Pasteur, disusul layanan white label, penjualan melalui aplikasi ojek online, serta reseller.
Untuk memperluas bisnis, Apriani mengajukan kebutuhan investasi sebesar Rp177 juta dengan penawaran 20 persen saham kepada para juragan.
Panelis Nilai Produk Punya Potensi Besar

Dok: MetroTV
Panelis Rex Marindo menilai konsep Cakue Isi Ceuenox cukup unik dan memiliki peluang besar berkembang, terutama melalui kerja sama B2B.
"Menarik sih, saya baru kepikiran cakue diisi begini. Secara business sudah dipackaging seperti ini sebetulnya menarik. Dia bisa punya upside untuk main ke B2B selain retail," kata Rex.
Meski demikian, ia memberikan masukan agar nama produk dibuat lebih mudah diingat oleh konsumen di luar Bandung.
"Kalau boleh satu kritik saja, penyebutan namanya susah buat orang di luar Bandung. Mungkin nama perusahaannya Ceuenox, tapi punya brand cakue yang lebih national wide," sarannya.
Sementara itu, panelis Dian Onno mengaku terkesan dengan cita rasa Cakue Isi Ceuenox. Menurutnya, produk tersebut merupakan inovasi yang tetap mempertahankan karakter asli cakue sehingga mudah diterima berbagai kalangan.
"Produknya enak dan saya yakin ini bisa diterima oleh lidah orang dari Sabang sampai Merauke bahkan mungkin dari luar juga. Ini salah satu inovasi produk yang nggak mengada-ngada. Betul-betul berbeda tapi masih sesuai dengan rasanya," kata Dian Onno.
Ia juga memberikan semangat kepada Apriani agar tetap kuat menjalani kehidupan sekaligus mengembangkan usahanya.
Reino Barack Beri Masukan Soal Tampilan Produk
Reino Barack turut mengapresiasi rasa Cakue Isi Ceuenox. Sebagai pencinta cakue, ia menilai kualitas dasar produknya sudah sangat baik. Namun, ia menyarankan agar tampilan setiap varian dibuat lebih berbeda sehingga konsumen lebih mudah membedakan isi di dalamnya.
"Enak Mbak cakuenya. Saya kebetulan pencinta cakue. Basic-nya enak, tapi saya nggak bisa kalau tutup mata saya nggak tahu mana yang mana karena bentuknya semua sama," ujar Reino.
Mentor Apresiasi Semangat Apriani Bangkit
Mentor Peter Shearer menilai perjuangan Apriani patut diapresiasi. Menurutnya, tidak mudah bangkit setelah kehilangan dua orang terdekat dalam waktu yang berdekatan.
"Terima kasih banyak, karena satu bulan itu tidak gampang, khususnya ditinggal dua orang tersayang. Saat ini hanya dengan anak berumur dua tahun untuk bangkit itu sesuatu yang sulit. Tapi ternyata dipanggil Juragan Jaman Now untuk hadir di tempat ini menjadi semangat yang baru," kata Peter.
Dengan semangat untuk meneruskan warisan usaha sang suami, Cakue Isi Ceuenox kini terus berkembang sebagai UMKM kuliner inovatif asal Bandung. Berbekal kapasitas produksi mencapai 30 ribu potong cakue setiap bulan dan peluang pasar yang masih terbuka lebar, usaha ini memiliki potensi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas di berbagai daerah Indonesia.
Cakue Isi Ceuenox Kantongi Investasi Rp60 Juta

Dok: Metro TV
Perjuangan Apriani mempertahankan dan mengembangkan usaha peninggalan sang suami juga membuahkan hasil di panggung Juragan Jaman Now. Setelah mendengar kisah serta melihat potensi bisnis Cakue Isi Ceuenox, para juragan sepakat memberikan dukungan untuk pengembangan usaha tersebut.
Irwan Mussry mengungkapkan bahwa produk Cakue Isi Ceuenox memiliki cita rasa yang baik, pelanggan yang sudah terbentuk, serta identitas merek yang unik.
"Mbak Apriani, produknya sangat enak, pelanggannya sudah ada, brandnya juga quite tricky tapi quite cheeky. Kita berlima bersepakat untuk mensupport untuk dua tahun ke depan sebanyak Rp60 juta supaya tempatnya bisa secured begitu," ujar Irwan.
Tak hanya memberikan investasi, Rex Marindo juga memberikan dukungan berupa kesempatan mengikuti kelas bisnis kuliner secara gratis. Menurutnya, hal tersebut dapat membantu Apriani mewujudkan cita-cita almarhum suaminya dalam mengembangkan usaha.
"Tadi saya dengar cita-cita suaminya kan mau ikut salah satu kelas bisnis, saya suppose kelas MBK yang memulai bisnis kuliner dari nol. Jadi sebagai tambahan nanti bisa ikut kelasnya secara free," kata Rex Marindo.
Dengan suntikan investasi sebesar Rp60 juta serta pendampingan bisnis dari para juragan, Cakue Isi Ceuenox diharapkan mampu memperluas usahanya dan melanjutkan cita-cita yang telah dirintis sejak 2014. Kisah Apriani pun menjadi bukti bahwa di balik kehilangan yang mendalam, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan.